Analisis pasal 22 qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam nomor 14 tahun 2003 tentang ketentuan uqubat khalwat

Hakim, M. Luqmanul (2017) Analisis pasal 22 qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam nomor 14 tahun 2003 tentang ketentuan uqubat khalwat. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112211030.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Khalwat merupakan perilaku menyimpang atau pelanggaran tehadap hukum, dalam terminologi al Qur’an disebut sebagai perbuatan mungkar. Qanun No. 14 tahun 2003 tentang Khalwat, mengatur segala hal yang berkaitan dengan khalwat. Sebagaimana dijelaskan pasal 4 dan 5 yang berbunyi “khalwat adalah hukumnya haram” dan “setiap orang dilarang melakukan khalwat/mesum”. Pada ketentuan ‘uqubat dari pelanggaran khalwat adalah diancam dengan ‘uqubat ta’zir yaitu berupa denda, penjara dan cambuk. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana ketentuan khalwat menurut Qanun No. 14 tahun 2003 tentang khalwat? 2) Bagaimana Ketentuan ‘uqubat khalwat menurut Pasal 22 Qanun No. 14 tahun 2003 tentang khalwat? Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, karena sumber penelitian ini adalah bahan pustaka (library research). Adapun data primer dalam penelitian ini adalah Qanun Nomor 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat. Metode analisis data deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan khalwat menurut Qanun No. 14 tahun 2003 tentang khalwat merupakan perbuatan yang sangat dilarang, hal ini didasarkan pada peranan hukum Islam dan adat istiadat yang tidak sesuai di masyarakat Aceh. Larangan khalwat dalam qanun ini pada dasarnya merupakan tindakan pencegahan. Adapun ketentuan ‘uqubat khalwat dalam Pasal 22 Qanun No. 14 tahun 2003 tentang khalwat berupa uqubat ta’zir yaitu denda, kurungan, dan cambuk. ‘Uqubat khalwat ditetapkan bersifat kumulatif atau alternatif. Terhadap si pelaku, qanun ini tidak hanya berlaku untuk orang muslim tetapi juga untuk non muslim menurut pendapat Abdullah Saleh. Hal ini di karenakan jika pada peradilan umum tidak mengatur sanksi suatu perkara seperti khalwat, maka si pelaku harus tetap tunduk pada qanun jinayah yang berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorNurhadi, AgusUNSPECIFIED
Thesis advisorSolek, MohammadUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Qanun; Khalwat; Hukum pidana Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 27 Apr 2018 06:24
Last Modified: 27 Apr 2018 06:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7682

Actions (login required)

View Item View Item