Analisis pendapat Yusuf Qarḍawi tentang masjid sebagai bagian dari mustahik zakat

Rudiyanto, Muhamad (2017) Analisis pendapat Yusuf Qarḍawi tentang masjid sebagai bagian dari mustahik zakat. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
122311076.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Masjid bagi umat Islam tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah sholat saja, tetapi juga digunakan hal-hal lain seperti tempat pendidikan, musyawarah serta kegiatan-kegiatan social lainnya. Sebagai tempat ibadah, sudah sepatutnya masjid dibangun dengan bangunan yang baik, megah dan indah sehingga jama‟ah yang masuk kedalamnya mesara nyaman dan dapat menambahkan kekhusuan dalam beribadah, dari situ jelas bahwa masjid memerlukan dana untuk perawatan dan pembangunan masjid, hal ini yang menyebabkan ketertarikan penulis untuk menganalisis pendapat Yusuf Qarḍawi tentang masjid sebagai mustahik zakat, sehinggga muncul rumusan masalah yang pertama bagaimana pendapat Yusuf Qarḍawi tentang masjid sebagai bagian dari mustahik zakat? bagaimana istinbath hukum yang digunakan Yusuf Qarḍawi tentang Masjid sebagai bagian dari mustahik zakat? Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (libraby research) yitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, dengan data primer buku Fiqh Zakat karangan Yusuf Qarḍawi dan data sekunder yang digunakan adalah buku-buku yang berkaitan denga permasalahan yang akan diteliti. Adapun teknis analisis data yang digunakan penulis adalah contentent analisis yaitu metode untuk mengidentifikasi, mempelajari kemudian melakukan sebuah analisis terhadap sesuatu yang diselidiki yang dalam hal ini adalah pendapat Yusuf Qarḍawi mengenai masjid sebagai salah satu dari mustahik zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid digolongkan pada golongan fīsabīlillāh, yang pertama, bahwa memberikan zakat untuk masjid diperbolehkan apabila hanya ada satu masjid disuatu perkampungan ataupun ada masjid yang lain akan tetapi tidak memadai disamping itu karena pada zaman sekarang ini masjid banyak digunakan untuk hal-hal kemashlahatan umum seperti pendidikan, karena menurut Yusuf Qarḍawi jihad dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan mass media lebih penting diera modern seperti ini. Karena dimasa modern seperti ini serangan terhadap Islam dalam bidang pemikiran dan kejiwaan lebih berbahaya serta lebih berdampak buruk dari pada serangan militer, kalau ulama dahulu membatasi makna fīsabīlillāh hanya dalam hal menjaga dan mempertahankan perbatasan serta mempersiapkan bala tentara untuk berperang melawan musuh, maka diera modern seperti sekarang ini makna fīsabīlillāh harus ditambah dalam bentuk lain diantaranya dalam bidang pemikiran dan dakwah. Kedua, bahwa pemberian zakat untuk masjid diqiyaskan dengan peperangan dijalan Allah menggunakan qiyas musawi karena memiliki ilat yang sama yaitu sama-sama untuk menegakkan agama Allāh dimuka bumi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorGhofur, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorSupangat, SupangatUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Zakat; Mustahik; Masjid
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 07 May 2018 00:50
Last Modified: 07 May 2018 00:50
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7715

Actions (login required)

View Item View Item