Studi komparatif pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Hazm tentang ‘iddah wanita yang mengajukan khulu’ dan relevansinya terhadap KHI

Hana, Nida Zahra (2017) Studi komparatif pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Hazm tentang ‘iddah wanita yang mengajukan khulu’ dan relevansinya terhadap KHI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111030.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Khulu' merupakan gugat cerai yang diajukan oleh istri kepada suaminya dengan memberikan tebusan kepada pihak suami dengan jumlah yang telah disepakati, adapun pensyari'atannya telah dijelaskanb dalam al-quran dan as-sunnah. akan tetapi mengenai ketentuan 'iddahnya belum ditentukan dalam al-quran, sehingga ranah pembahasan ini masih bersifat ijtiha>di, Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa tidak ada „iddah bagi mukhtali‟ah, melainkan dianjurkan untuk menunggu selama satu kali haid, sedangkan Ibnu H}azm berpendapat bahwa „iddah mukhtali‟ah sama dengan „iddah talak. Dalam penulisan ini penulis menganalisis tentang metode istinbat yang digunakan oleh Ibnu Taimiyyah dan Ibnu H}azm dalam menentukan „iddah mukhtali‟ah, kemudian menganalisis relevansinya terhadap KHI. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Mengetahui Metode yang digunakan Ibnu Taimiyah dan Ibnu H}azm dalam menuntukan masa „iddah bagi wanita yang mengajukan khulu‟, 2. Relevansi pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnu H}azm tentang „iddah wanita yang mengajukan khulu‟ dengan KHI. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reserach). Untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder sebagai data utama. Sumber Primer yang digunakan adalah Kitab Majmu>' al-Fata>wa karya Ibnu Taimiyyah dan al-Muh>alla bi al-As|a>r karya Ibnu H}azm, Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku-buku, kitab-kitab, jurnal, dan literatur-literatur lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Setelah data-data tersebut terkumpul, lalu disusun, dijelaskan, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan komparatif yaitu dengan menyajikan pendapat dan metode Ibnu Taimiyyah dan Ibnu H}azm tentang penentuan masa „iddah bagi mukhtali‟ah kemudian membandingkan pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnu H}azm tentang ketentuan masa 'iddah bagi wanita yang mengajukan khulu'. Sehingga pada akhirnya dapat menganalisis tentang relevansi kedua pendapat tersebut dengan KHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode istinbat yang digunakan oleh Ibnu Taimiyyah dalam menentukan jumlah „iddah yang harus dijalankan mukhtali‟ah adalah berdasarkan hadis} dari Tsabit bin Qais dan ijma’ sahabat yang menerangkan bahwa tidak ada „iddah bagi mukhtali‟ah melainkan hanya dianjurkan untuk menunggu satu kali haid, sedangkan metode istinbat yang digunakan Ibnu H}azm dalam menentukan jumlah „iddah bagi mukhtali‟ah menggunakan metode ad-dalil dan istishab, dikarenakan menurut Ibnu H}azm tidak ada dalil nas} al-qur’an dan hadis maupun ijma’ yang menerangkan tentang jumlah „iddah yang harus dijalani oleh mukhtali’ah. Mengenai ketentuan „iddah mukhtali‟ah dalam Kompilasi Hukum Islam diatur dalam KHI pasal 155, dan dalam pasal tersebut juga menyamakan „iddah khulu’ dengan „iddah talak, sehingga pendapat yang paling relevan dengan KHI adalah pendapat Ibnu H}azm, walaupun demikian penulis hanya menginterpretasikan pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnu H}azm dan tidak serta merta mengqiyaskan atau mengadopsi pendapat Ibnu H}azm kedalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) karena akibat hukum dari khulu‟ menurut Ibnu H}azm adalah talak raj’I berbeda halnya dengan KHI yang menganggap khulu‟ sebagai talak ba’in sugra yang mana tidak ada rujuk di dalamnya, tetapi boleh bersatu kembali dengan akad nikah baru.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorRumaningsih, EndangUNSPECIFIED
Thesis advisorNoor, AfifUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Khulu'; 'Iddah; Talak; Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 07 May 2018 00:54
Last Modified: 07 May 2018 00:54
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7721

Actions (login required)

View Item View Item