Studi komparatif pendapat Imam Ibnu Hazm dan Imam al-Syirazi tentang wasiat kepada ahli waris dan relevansinya dengan hukum Islam di Indonesia

Shofiana, Isria (2017) Studi komparatif pendapat Imam Ibnu Hazm dan Imam al-Syirazi tentang wasiat kepada ahli waris dan relevansinya dengan hukum Islam di Indonesia. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111152.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Wasiat merupakan suatu perbuatan baik dengan memberikan hak kepada orang lain dan berlaku setelah pemberi wasiat meninggal dunia. Agar wasiat dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan kehendak syariat maka diperlukan sebuah perangkat aturan yang di dalamnya mencakup rukun dan syarat wasiat. Rukun dan syarat itu merupakan kumpulan komponen yang penting sehingga turut menentukan sah dan tidaknya suatu wasiat. Persoalan wasiat menjadi perdebatan ulama ketika penerima wasiat adalah ahli waris, karena ahli waris tidak berhak dalam wasiat melainkan berhak dalam warisan. Juga ada teks hadits yang secara eksplisit memberikan penjelasan tentang boleh dan tidaknya. Imam Ibnu H}azm dan Imam al-Syi>ra>zi termasuk dua ulama yang berada dalam pusaran perdebatan masalah ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan terhadap pendapat Imam Ibnu H}azm dan Imam al-Syi>ra>zi tentang wasiat kepada ahli waris, faktor penyebab perbedaan pendapat mereka, dan relevansinya pendapat mereka dengan hukum Islam di Indonesia. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah data sekunder, baik yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier. Bahan hukum primer yang digunakan berupa al-Muh}alla> bi al-As|a>r, al-Muhażżab fi> Fiqh al-Ima>m al-Sya>fi’i>, al-Tanbi>h fi> Fiqh al-Ima>m al-Sya>fi’i>, dan KHI (Kompilasi Hukum Islam). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi (documentation) atau studi kepustakaan (library research). Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka data tersebut dianalisis dengan metode analisis deskriptif-komparatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapat Imam Ibnu H}azm tentang wasiat kepada ahli waris dilarang berdasarkan hadis tentang larangan berwasiat kepada ahli waris sedangkan Imam al-Syi>ra>zi membolehkan berwasiat kepada ahli waris bila ada izin dari ahli waris berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas. Faktor penyebab perbedaan pendapat tersebut adalah perbedaan cara penyelesaian ta’arud}, perbedaan hukum dengan nasakh, perbedaan nasakh al-Qur’an dengan hadis, dan perbedaan penggunaan hadis mursal sebagai hujjah. Dari perbedaan tersebut menghasilkan hukum yang berbeda. Pendapat yang sesuai dengan masyarakat Indonesia adalah pendapat Imam al-Syi>ra>zi. Hal ini terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 195 ayat (3).

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorGhozali, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorLathifah, AnthinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Wasiat; Ahli Waris
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 09 May 2018 07:26
Last Modified: 09 May 2018 07:26
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7731

Actions (login required)

View Item View Item