Qiblat direction finder dalam kajian ilmu falak

Ulfa, Linda Maria (2017) Qiblat direction finder dalam kajian ilmu falak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132611056.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat merupakan syarat sahnya salat, sebagaimana dalil-dalil syar’i yang ada. Semua orang yang melaksanakan salat diwajibkan untuk menghadap Ka’bah, tidak terkecuali bagi penderita tunanetra. Penderita tunanetra berbeda Kemampuan dengan orang normal, oleh karena itu diperlukan suatu perhatian yang cukup besar untuk masalah ini guna membantu para penderita tunanetra dalam menentukan arah kiblat. Penderita tunanetra membutuhkan alat yang khusus untuk membantu menunjukkan arah kiblat dan mempunyai aspek kemandirian terhadap penderita tunanetra supaya tidak membebani orang lain dalam mengetahui arah kiblat. Qiblat Direction Finder hadir bertujuan membantu penderita tunanetra dalam menunjukkan arah kiblat secara mandiri dan lebih cepat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research) yakni penulis melakukan analisis terhadap sumber data yang diperoleh dari lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber primernya adalah wawancara terhadap pembuat Qiblat Direction Finder dan observasi untuk kekurangan dan kelebihan Qiblat Direction Finder sebagai alat penunjuk arah kiblat bagi tunanetra. Sedangkan buku-buku lain berperan sebagai data pendukung. Setelah data terkumpul, penulis melakukan analisis menggunakan metode analisis deskriptif, yakni menggambarkan kekurangan dan kelebihan Qiblat Direction Finder dalam penunjuk arah kiblat bagi tunanetra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Qiblat Direction Finder merupakan alat bantu penunjuk arah kiblat bagi tunanetra dengan mengedepankan aspek kemandirian dan menggunakan algoritma berbentuk Flawchart. Penentuan arah kiblat menggunakan rumus trigonometri bola. Kelebihan Qiblat Direction Finder selain mempunyai aspek kemandirian dan kepraktisan alat ini juga menggunakan titik koordinat Ka’bah yang masih dapat ditolerir. Kekurangan Qiblat Direction Finder juga menggunakan modul kompas yang mengacu pada titik Utara magnetik tidak Utara sejati. Modul kompas juga memiliki resolusi satu derajat yang berdampak kurang akurat karena melebihi wilayah Mekkah. Resolusi satu derajat bagi mereka penyandang cacat netra berbeda dengan orang normal yang mampu melihat kekurangannya. Sehingga dengan adanya Qiblat Direction Finder dapat dijadikan acuan dalam penentuan arah kiblat bagi tunanetra.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorIzzuddin, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorMashudi, MashudiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Arah kiblat; Tunanetra; Aplikasi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 14 May 2018 04:03
Last Modified: 14 May 2018 04:03
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7741

Actions (login required)

View Item View Item