Akurasi hisab waktu salat dalam buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017

Masruhan, Masruhan (2017) Akurasi hisab waktu salat dalam buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 adalah buku yang dikeluarkan Kementerian Agama RI. Di dalamnya terdapat hisab waktu salat, namun belum menginput nilai koreksi kerendahan ufuk atau tinggi tempat, refraksi dan semidiameter, padahal tinggi tempat sangat berpengaruh khususnya dalam penentuan waktu Maghrib dan Terbit Matahari, sedangkan tinggi kota-kota di Indonesia memiliki varian yang berbeda-beda. Maka dari itu, penulis tertarik untuk meneliti konsep hisab awal waktu salat Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 dan tingkat akurasi atau relevansinya dengan hisab yang menggunakan input koreksi kerendahan ufuk, refraksi dan semidiameter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep hisab awal waktu salat dalam Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 dan mengetahui tingkat akurasi hisab tersebut serta membandingkannya dengan hisab yang menggunakan nilai koreksi-koreksi kerendahan ufuk, refraksi dan semidiameter karya Slamet Hambali. Penelitian ini termasuk jenis library research. Data primer yang digunakan adalah Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 dan wawancara langsung ke pihak Kementerian Agama RI. Data sekunder berupa dokumen-dokumen yang berkenaan dengan awal waktu salat. Proses analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Penenlitian ini menghasilkan 2 temuan: Pertama, konsep hisab awal waktu salat dalam Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 bersumber dari hisab awal waktu salat karya Muhyidin Khazin dalam buku Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik. Di dalamnya dijelaskan mengenai ketentuan tinggi Matahari yaitu tinggi Matahari saat Maghrib= -1°, Isya= -18°, Subuh= -20°, Terbit= -1° dan Dluha= 4° 30’. Kedua, hasil uji akurasi hisab waktu salat Buku Ephmeris Hisab Rukyat 2017 lebih lambat pada waktu Maghrib dan lebih cepat pada waktu Terbit jika input ketinggian yaitu di bawah 33 mdpl. Kemudian hasil hisab waktu salat Buku Ephmeris Hisab Rukyat 2017 memilki hasil waktu Maghrib dan Terbit yang sama dengan hisab karya Slamet Hambali ketika input ketinggian yaitu 33 mdpl. Dan hasil hisab waktu ix salat Buku Ephmeris Hisab Rukyat 2017 lebih cepat pada waktu Maghrib dan lebih lambat pada waktu Terbit yaitu di atas 33 mdpl. Sedangkan batas toleransi perbedaan sebesar 1 menit yaitu mencapai ketinggian 201 mdpl artinya sejumlah 82,14971 % dari total Masjid Agung Kota masih aman. Di Indonesia, ketinggian Masjid Agung Kota di atas 201 mdpl atau selisihnya lebih dari 1 menit sejumlah 17,850287% artinya masih belum aman menggunakan hisab awal waktu salat Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017. Jadi, hisab waktu salat dalam Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2017 tidak bisa digunakan diseluruh wilayah Indonesia, karena perbedaan hasil hisab dengan Slamet Hambali melebihi 1 menit, dan supaya bisa dipakai diperlukan penambahan ikhtiyat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMaksun, MaksunUNSPECIFIED
Thesis advisorMahsun, MahsunUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Awal waktu salat; Hisab; Rukyat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Ihsannudin Ihsannudin
Date Deposited: 17 May 2018 01:59
Last Modified: 17 May 2018 01:59
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7779

Actions (login required)

View Item View Item