Praktik dzikir shalawat Syafa’ah Majelis Faletehan Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan : kajian living hadits

Jamal, Ahmad Fathul (2017) Praktik dzikir shalawat Syafa’ah Majelis Faletehan Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan : kajian living hadits. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211065.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Tidak ada keraguan bagi kitab suci al- Qur’an, yang menjadi pedoman utama dalam menentukan berbagai hukum syari’at Islam, sedangkan hadits Nabi sebagai landasan hukum kedua, Adapun dasar hukum bershalawat telah ditentukan dalam ayat suci al- Qur’an (QS.:Al Ahzab 56). Secara jelas ayat tersebut menunjukkan kalam perintah agar kaum muslimin melaksanakan shalawat (bershalawatlah), yang kemudian dari kalam perintah tersebut dapat dijadikan dasar serta pedoman utama untuk menentukan hukum bershalawat sebagai perintah ibadah, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasannya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran serta tuntunan ibadah yang memiliki hukum dalam al-Qur’an dan Hadits-hadits Sahih. Bahwasanya Allah SWT bersama para Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat-Nya Allah SWT berupa limpahan Rahmat serta kemuliaan yang diberikan secara khusus untuk Nabi Muhammad SAW sebagai bukti bahwa Allah SWT telah memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan menempatkan Beliau sebagai Hamba serta utusan-Nya yang memiliki kedudukan serta derajat yang paling tinggi dibanding dengan para Nabi atau Rasul yang lain. Adapun Shalawatnya para Malaikat berupa permohonan Rahmat dan kemuliaan juga kebaikan kepada Allah untuk Nabi Muhammad beserta keluarga-Nya ataupun untuk para pengikut-Nya. Sedangkan pengertian Shalawat yang kita baca adalah sebuah praktek permohonan kebaikan serta kemuliaan kepada Allah untuk Rasulullah, hal tersebut dilaksanakan atas dasar memenuhi perintah Allah SWT, juga termasuk salah satu perilaku ibadah yang mencerminkan kecintaan dan ketaatan serta penghormatan kita kepada Rasulullah karena Beliau memiliki kedudukan sebagai junjungan dan pemimpin umat sekaligus pembawa risalah dan wasilah Agama Islam. Penelitian tentang “Praktik Dzikir Shalawat Syafa’ah Majelis Faletehan Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan (Kajian Living Haditṡ) adalah jenis penelitian lapangan field research (Lapangan) yaitu penelitian yang langsung dilakukan dilapangan atau kepada responden. Dimana, dalam penelitian ini langsung ke lapangan yaitu di majelis faletehan Desa Pilangpayung,Toroh, Grobogan untuk mendapatkan hasil penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey, dengan menggunakan wawancara kelompok dan wawancara individual. Adapun sumber-sumber datanya diperoleh dari Pemimpin Jama’ah Praktik Dzikir di Desa pilangpayung dan anggota Jama’ah dzikir shalawat syafa’ah serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dengan observasi yaitu mengumpulkan data dengan cara pengamatan dengan fenomena yang diteliti, wawancara yaitu pengumpulan data yang diambil dari pertanyaan untuk responden dan juga dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis diskriptif model interaktif Miles dan Hubermen, dengan teknik analisis pengambilan data kemudian direduksi dan memfokuskan pada hal-hal yang penting dan terakhir menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa masyarakat Desa Pilangpayung menjalankan dzikir Shalawat Syafa’ah tidak hanya asal mengikuti, namun juga adanya pengetahuan bahwa bershalawat kepada Nabi merupakan perintah dari Allah SWT langsung dan berdasarkan hadits-hadits Nabi. Pemahaman masyarakat Desa Pilangpayung terhadap hadits tidaklah kaku. Masyarakat mampu mengaplikasikan pemahaman tekstual dan kontekstual pada suatu hadits, sehingga aplikasi yang dilakukan masyarakat berdasarkan dasar yang telah ada. Shalawat Syafa’ah merupakan sebuah doa dan wasilah untuk meminta Ridho kepada Allah supaya memperoleh rahmat dan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW supaya selamat didunia dan di Akhirat. Shalawat Syafa’ah adalah shalawat ghairu ma’tsurah yang susunan shalawatnya terdiri dari rangkaian shalawat yang dipadukan dengan kalimah tauhid, surat–surat al-Qur’an, istighfar taubatan nasuha, asmaul husna, berdzikir dan bertasbih serta munajat dan doa.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMusyafiq, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin NiamUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Dzikir; Shalawat syafa’ah; Majelis zikir; Living hadits
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 29 Jun 2018 01:04
Last Modified: 29 Jun 2018 01:04
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7884

Actions (login required)

View Item View Item