Penafsiran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani terhadap surat Al-Fatihah di dalam Tafsir al-Jailani

Fuad, Himmatul (2017) Penafsiran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani terhadap surat Al-Fatihah di dalam Tafsir al-Jailani. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211067.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Ada beberapa alasan pentingnya mengkaji surat al-Fatihah. Antara lain, pertama, dalam kajian Ulumul Qur’an, surat al-Fatihah dianggap sebagai ringkasan al-Qur’an. Kedua, dalam salat surat al-Fatihah merupakan salah satu rukun qauli (rukun salat yang berupa bacaan). Salah seorang tokoh tasawuf yang patut untuk dikaji pemahaman dan penafsirannya terhadap surat al-Fatihah adalah Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, karena beberapa alasan, antara lain, pertama beliau merupakan salah seorang tokoh tasawuf yang memiliki banyak pengikut di Indonesia. Kedua, beliau termasuk salah seorang tokoh tasawuf yang teguh kepada syariat. Ketiga, secara khusus penafsiran dan pemahaman beliau, berdasarkan penelitian awal terkait langsung dengan tata cara salat. Masalah pokok penelitian ini adalah Bagaimana penafsiran al-Jailani terhadap surat al-Fatihah secara umum; Bagaimana penafsiran al-Jailani terhadap surat al-Fatihah yang secara khusus terkait dengan peningkatan kualitas salat; dan Bagaimana relevansi penafsiran al-Jailani terhadap surat al-Fatihah di era kontemporer. Temuan penelitian ini adalah pertama, terkait dengan penafsiran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani secara umum, dilihat dari segi metodenya beliau menggunakan metode tahlili. Kedua, terkait dengan peningkatan kualitas salat, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani menjadikan Surat al-Fatihah sebagai salah satu kuncinya. Dimulai dari pentingnya memahami dengan baik surat al-Fatihah, dilanjutkan dengan menghayati maknanya, dan menjadikan setiap ayat sebagai tanjakan bagi peningkatan rasa taqarrub kepada Allah swt. Melalui rasa taqarrub itulah, orang yang melakukan salat dapat meningkatkan kekhusyuannya. Ketiga, penafsiran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani terhadap surat al-Fatihah tampak masih tetap relevan di era kontemporer ini. Relevansi ini tidak hanya terkait dengan peningkatan kualitas salat, tetapi juga terkait dengan penguatan tauhid dan peningkatan kualitas akhlak.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMusyafiq, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin NiamUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Surat Al-Fatihah; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 29 Jun 2018 01:05
Last Modified: 29 Jun 2018 01:05
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7885

Actions (login required)

View Item View Item