Makna tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang” dalam perspektif Islam : studi kasus di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal

Khasanah, Umi (2017) Makna tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang” dalam perspektif Islam : studi kasus di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124111034.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Masyarakat Muslim Jawa pada umumnya identik dengan tradisi-tradisi yang mengakulturasikan budaya Islam dan Jawa. Demikian halnya masyarakat desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal yang mayoritas bermata pencaharian sebagai karyawan swasta, memiliki tradisi yang disebut dengan tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang”, merupakan salah satu tradisi peninggalan leluhur yang dilestarikan masyarakat desa Protomulyo yang bertujuan untuk mengenang perjuangan Pangeran Djuminah dan para Ulama‟-Ulama‟ yang sudah menyebarkan ajaran agama Islam, serta untuk meminta berkah dan sekaligus sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah didapatkan. Kajian yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana prosesi tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang” di desa Protomulyo (2) Apa makna yang terkandung dalam tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang” (3) Bagaimana relevansinya dengan ajaran Islam. Adapun metode penelitian skripsi ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research) dengan metode pengumpulan data dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian penulis menganalisis data tersebut dengan pendekatan deskriptif, kualitatif, dan fenomenologis. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan upacara tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang” di desa Protomulyo merupakan tradisi peninggalan leluhur yang sudah menjadi adat-istiadat yang selalu dilestarikan dan dilaksanakan masyarakat desa Protomulyo. Tradisi rajaban adalah bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, serta penghormatan untuk Pangeran Djuminah dan para Ulama‟ atas jasa-jasanya dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Makna yang terkandung di dalam upacara tradisi rajaban yang di wujudkan dalam simbol-simbol tersebut mengandung makna nasihat, harapan dan doa kepada Allah SWT agar diberi keselamatan dan kesejahteraan, Dalam upacara tradisi rajaban mengandung makna syukur kepada Allah SWT serta ajang bersedekah dan mempererat tali sillaturrahmi, simbol-simbol yang ada pada upacara tradisi rajaban bermakna sebagai simbolisasi rasa syukur kepada Allah SWT dan simbolisasi untuk menghormati ajaran dari Pangeran Djuminah. Makna yang terkandung di dalam tradisi rajaban meliputi aspek keagamaan, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek kebudayaan, dan aspek pendidikan. Peneliti menyimpulkan dari penelitian yang dilakukan, bahwa dalam pelaksanaan tradisi rajaban ini relevan dengan ajaran Islam, ditinjau dari segi agama tradisi ini tergolong bid‟ah hasanah dan boleh dilakukan karena dalam pelaksanaan tradisi rajaban ini terdapat maksud dan tujuan yang positif seperti bersedekah, silaturrahmi, tasyukuran, dan slametan yang di implementasikan pada pelaksanaan tradisi “Rajaban Astana Kuntul Nglayang”.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAchmadi, AsmoroUNSPECIFIED
Thesis advisorThowaf, Siti MunawarohUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tradisi; Budaya Jawa
Subjects: 300 Social sciences > 390 Customs, etiquette, folklore
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 29 Jun 2018 03:12
Last Modified: 29 Jun 2018 03:12
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7896

Actions (login required)

View Item View Item