Susu hewan ternak dalam Al-Qur’an : kajian tematik

Machrus, Ahmad Fida (2017) Susu hewan ternak dalam Al-Qur’an : kajian tematik. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124211016.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Susu menjadi bahan pangan yang tersusun oleh zat-zat makanan dengan bagian yang seimbang. Dari sudut lain, susu dipandang sebagai bahan mentah, mengandung zat gizi yang penting dan mempunyai manfaat yang banyak bagi manusia. Hal itu seperti tidak mungkin terjadi ketika dilihat dari ayat Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 66, “susu yang bersih antara tahi dan kotoran”. Ayat ini seolah-olah menunjukkan bahwa susu, tahi dan darah tercampur menjadi satu. Susu, tahi dan kotoran dari segi kandungan didalamnya sangatlah bertolak belakang. Susu yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi, yang membantu pertumbuhan, kepintaran dan mampu mencegah dari penyakit bagi manusia. Sedangkan kotoran dan darah dari segi kandungan, bisa dikatakan sangat buruk bagi manusia. Akan tetapi susu tidak tercampur dari tahi dan kotoran, padahal ketiganya berasal dari tempat yang sama, yaitu perut hewan ternak. Penelitian ini secara khusus membahas, Pertama, bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang susu hewan ternak dalam Al-Qur’an. Kedua pendekatan sains tentang susu hewan ternak dan pesan yang terkandung dalam ayat. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library reseach) dengan menggunakan metode maudhu’i (tematik), adapun dalam operasionalnya, penulis menggunakan langkah-langkah yang dikemukakan oleh Abdul Hayy al-Farmawi. Hasil penelitian ini menyatakan: Pertama, penafsiran surah an-nahl ayat 66 dan surah al-Mu’minun ayat 21 susu yang bersih antara darah dan kotoran, hal ini menunjukkan proses terjadinya susu, bahwa kelenjar susu mendapatkan suplai berupa zat yang terbentuk dari darah, dan kotoran. Hal itu disebabkan susu, kotoran dan darah berasal dari sesuatu yang sama, yaitu makanan hewan ternak. Masing-masing mempunyai tempat sendiri-diri, darah mengalir ke seluruh tubuh melalui urat nadi arteri, sedangkan susu mengalir di ambing (kantong susu) dan kotoran berada di lambung (perut hewan) akan mengalir melalui usus. Kedua, makanan yang dikunyah di dalam mulut akan dibawa oleh esopaghus menuju kedalam lambung. Lambung yang terbagi menjadi empat bagian akan memproses pemisahan makanan berupa ampas makanan dan sari makanan yang dibawa oleh darah menuju ambing. Di dalam ambing terdapat kelenjar susu yang nantinya akan menghasilkan susu. Dan ampas makanan pada lambung menjadi kotoran. Ketiga, hikmah ilmiah kandungan susu terdapat berbagai zat yang masing-masing mempunyai unsur sendiri sehingga menjadi kesempurnaan susu. Seperti protein yang terdiri dari kasein, laktalbumin dan laktoglobulin. Kasein mempunyai kandungan residuprolindan biasanya berbentuk partikel koloid yang terkenal dengan nama misel kasein. Misel kasein tersusun atas jumlah unit lebih kecil yaitu sub-misel. Satu zat kandungan susu, sejuta unsur lainnya dan pastinya ada proses yang tidak diperlihatkan oleh Allah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMuhammad, HasyimUNSPECIFIED
Thesis advisorSafii, SafiiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Susu; Hewan ternak; Tafsir Al-Qur’an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Jul 2018 07:48
Last Modified: 03 Jul 2018 07:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7898

Actions (login required)

View Item View Item