Larangan jual beli anjing dan kucing : studi ma’anī al-ḥadīṣ

Habibah, Noor Laila M. (2017) Larangan jual beli anjing dan kucing : studi ma’anī al-ḥadīṣ. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124211078.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Jual beli merupakan kegiatan transaksi yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus bentuk sikap tolong menolong sesama manusia. Dengan demikian roda kehidupan ekonomi akan berjalan dengan positif karena apa yang mereka lakukan akan menguntungkan kedua belah pihak. Jual beli dari masa ke masa mengalami perkembangan kebutuhan dan pengetahuan manusia baik dari segi model, bentuk, teknik dan macam obyek yang diperjualbelikan dalam memenuhi kebutuhan masing-masing. Pada perkembangan globalisasi saat ini menjadikan praktik jual beli yang dahulu dianggap tidak layak (kurang bermanfaat), berbahaya (banyak kerugiannya) justru menjadi aset yang menguntungkan dan memiliki nilai harga yang tinggi, salah satunya adalah anjing dan kucing merupakan dua jenis binatang yang banyak dijadikan hewan peliharaan atau kesayangan manusia. Maka jual belinya saat ini menjadi sebuah minat masyarakat. Adanya hadis yang menyatakan larangan tersebut, timbullah perbedaan pendapat antar ulama mengenai hukum sekaligus kualitas hadis tersebut. Berawal dari maraknya jual beli anjing dan kucing saat ini sebagai binatang peliharaan, maka penulis ingin mengetahui bagaimana pemahaman hadis mengenai larangan tersebut, dan bagaimana kontekstualisasinnya pada era sekarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu kajian kepustakaan. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan tematik (mauḍu’i) yaitu menelusuri hadis berdasarkan tema. Adapun sumber-sumber datanya diperoleh dari kitab hadis induk, kitab syarah hadis dan buku-buku yang berhubungan dengan penelitian. Dalam pengolahan data peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan memaparkan seluruh hadis lengkap dengan sanad dan matan, serta pendapat ulama mengenai kualitas hadis, sedangkan menganalisisnya penulis menggunakan berbagai pendekatan, seperti bahasa, antropologi, sosio-historis. Kemudian dari pendekatan-pendekatan tersebut penulis kaitkan dengan masa sekarang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kualitas hadis ini tergolong Ṡaḥiḥ. Mengenai pemahaman hadis secara tekstual anjing bersifat tahrīm dan kucing bersifat makruh tanzih menurut mayoritas ulama. Sedangkan kontektualisasinya pada masa sekarang melihat maraknya perjualbelian anjing dan kucing di pasaran dan media-media online, dinyatakan bahwa tidak keseluruhan anjing dilarang untuk diperjualbelikan. Namun, ada pengecualian untuk anjing yang banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia boleh diperjualbelikan, seperti anjing yang terlatih untuk berburu, menjaga keamanan dan sebagai pelacak. Begitupun dengan kucing yang status kepemilikannya jelas dan bermanfaat, baik sebagai seni keindahan dalam pemandangan sehari-hari ataupun sebagai hiburan, serta untuk mengurangi ketegangan saraf maka jual belinya sah dan hasilnya juga halal. Jadi, Selama proses transaksi jual beli kedua binatang tersebut sesuai dengan etika yang dibenarkan oleh syara’ maka diperbolehkan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorUlama'i, A. Hasan Asy'ariUNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin Ni'amUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Jual beli; Anjing; Kucing; Ma’anī al-ḥadīṣ; Studi hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Jul 2018 07:52
Last Modified: 03 Jul 2018 07:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7904

Actions (login required)

View Item View Item