Kreativitas Allah dalam Al-Qur’an : analisis lafaẓ Ṣawwara dalam Al-Qur’an

Mubarok, Yazid (2017) Kreativitas Allah dalam Al-Qur’an : analisis lafaẓ Ṣawwara dalam Al-Qur’an. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124211096.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Allah mengungkapkan setiap proses dalam penciptaan-Nya, meski dengan sifat Qādir-Nya Allah sangat berkuasa mencipta tanpa proses. Tahapan penciptaan yang disebutkan Allah dalam al-Qur‟an tersebut menjadi pengajaran terhadap manusia untuk selalu mementingkan proses yang tidak hanya berorientasi terhadap hasil semata. Dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research), penulis berupaya melakukan penelitian ini untuk membahas lafaẓ Ṣawwara sebagai konsep penciptaan Allah yang dijelaskan dalam al-Qur‟an. Lafaẓ ini adalah salah satu diantara berbagai term penciptaan yang disebutkan dalam al- Qur‟an. Kandungan makna “membentuk” sesuatu yang telah diciptakan Allah memberikan kesan proses artistik pada hasil ciptaan-Nya. Untuk itu penulis membahas bagaimana proses penciptaan Allah menggunakan lafaẓ ṣawwara dalam al-Qur‟an serta relevansinya dengan kreasi, estetika dan etikanya sebagai sisi kreativitas penciptaan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, ayat yang mengandung Lafaẓ Ṣawwara dalam al-Qur‟an seluruhnya berbicara penciptaan manusia. Konsep penciptaan dalam lafaẓ ini merupakan proses akhir berupa pembentukan sebagai penyempurna dan peningkatan tahapan penciptaannya, setelah diadakan dan diproduksi. Adapun obyek pembentukan dimaksud adalah fisik dan karakteristiknya. Kedua,Pembentukan tersebut memenuhi prinsip-prinsip estetika bentuk didalamnya. Prinsip estetika tersebut terkandung dari bentuk yang proporsional serta kualitas fungsi diri manusia yang telah diciptakan sebagai khalifah. Lafaẓ ṣawwara bersifat general yang mengandung dan berhubungan dengan lafadz khalaqa, bada`a, badī‟,ṣana’a, dan faṭara/fāṭir. Hubungan tersebut terkait penggunaan proses ṣawwara yang merupakan tahapan penyempurnaan sebuah kreasi. Konsep Allah menciptakan manusia telah memenuhi syarat dan etika kreativitas yang sangat erat dengan prinsip estetika dan seni. Nilai estetis dalam wujud manusia dengan segala dimensinya menjadi tanda keagungan dan kekuasaan Allah. Hal ini sebagai penghayatan pencapaian eksistensi Tuhan sebagai media transendensi manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMuhammad, HasyimUNSPECIFIED
Thesis advisorAdzfar, ZainulUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Penciptaan; Kreativitas Allah; Tafsir Al-Qur’an; Ṣawwara
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Jul 2018 07:57
Last Modified: 03 Jul 2018 07:57
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7908

Actions (login required)

View Item View Item