Etika pengemis di Pasar Pagi Kaliwungu : ditinjau dari filsafat etika Ibn Miskawaih

Utami, Tri (2017) Etika pengemis di Pasar Pagi Kaliwungu : ditinjau dari filsafat etika Ibn Miskawaih. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134111031.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pengemis merupakan suatu masalah sosial, penyebab munculnya pengemis adalah kemiskinan. Pengemis tidak hanya muncul di stasiun, terminal, perempatan lalu lintas tetapi juga keberadaan pengemis di pasar tradisional seperti halnya di pasar pagi Kaliwungu. Setiap tahunnya kehadiran pengemis selalu bertambah, baik pengemis yang berasal dari kota Kendal maupun pengemis yang datang dari luar kota. Banyak tanggapan yang muncul dari beberapa kalangan masyarakat, ada yang peduli tetapi tidak sedikit yang kurang simpatik dengan keberadaan pengemis karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum. Pengemis yang memiliki etika tidak baik pasti akan menimbulkan pernilaian masyarakat secara negatif. Etika merupakan sesuatu yang sangat penting terhadap kehidupan manusia, karena ketika seseorang sudah tidak memiliki etika maka akhlaknya pun tidak akan baik, dan jika dibiarkan maka akan terjadi krisis moral. Maka pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana etika pengemis di pasar pagi Kaliwungu? dan bagaimana etika pengemis di pasar pagi Kaliwungu di tinjau dari filsafat etika Ibn Miskawaih?. Jenis penelitian yang digunakan dalam menyusun skripsi ini adalah penelitian lapangan Field Research dengan menggunakan pendekatan normatif dan bersifat deskriptif analisis kemudian ditinjau menggunakan teori filsafat etika Ibn Miskawaih. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa etika pengemis di pasar pagi Kaliwungu sangat beragam. Ada pengemis yang memiliki etika baik, ketika mengemis tidak meminta dengan paksa atau jika orang lain tidak memberi sedekah maka pengemis hanya diam dan tidak marah, tetapi ada juga pengemis yang beretika kurang baik, karena saat mengemis tidak jarang pengemis meminta dengan paksa kalau belum diberi uang maka pengemis tidak akan pergi dan jika tidak diberi uang maka pengemis marah serta mengucapkan kata-kata kasar. Dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa filsafat etika Ibn Miskawaih belum dapat diterapkan dalam pengemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengemis merasa tidak malu dengan pekerjaannya, karena hilangnya rasa malu pada diri pengemis dan menganggap bahwa mengemis adalah pekerjaan yang halal. Pengemis rela menjatuhkan harga dirinya demi mendapatkan uang walaupun pekerjaan pengemis adalah pekerjaan yang hina. Adanya pengemis merupakan permasalahan etika dalam masyarakat yang belum dapat terselesaikan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAmin, NasihunUNSPECIFIED
Thesis advisorTsuwaibah, TsuwaibahUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Filsafat etika; Pengemis; Pasar
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.01 Philosophy and Theory of Islam
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Jul 2018 08:05
Last Modified: 03 Jul 2018 08:05
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7915

Actions (login required)

View Item View Item