Penyimpanan bahan makanan biji-bijian : tafsir ‘ilmiy dalam QS. Yūsuf ayat 47

Fitria, Dwi (2017) Penyimpanan bahan makanan biji-bijian : tafsir ‘ilmiy dalam QS. Yūsuf ayat 47. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211005.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an telah memperkenalkan dirinya antara lain sebagai hudan li al-nas, petunjuk bagi manusia pada umumnya dan orang-orang yang bertaqwa pada khususnya. Secara khusus al-Qur’an mengajak untuk mempelajari ilmu-ilmu kealaman, matematika, filsafat, sastra dan semua ilmu pengetahuan yang dapat dicapai oleh pemikiran manusia. Tidak terkecuali ilmu tentang penyimpanan bahan makanan biji-bijian. Biji-bijian merupakan suplai utama bahan pangan dunia, oleh karena itu, penyimpanan biji-bijian memegang peranan yang sangat penting. Penyimpanan adalah cara untuk menjaga produk agar tetap terjaga, dengan menggunakan cara dan perlakuan khusus dari mulai tempat, proses dan lain sebagainya, agar dapat digunakan ketika diperlukan pada waktu yang lama ataupun singkat. Kerugian banyak terjadi pada saat penyimpanan, misalnya permasalahan-permasalahan yang sedang dialami oleh Sistem penyimpanan dan perawatan kualitas bahan pangan di Badan Urusan Logistik (Bulog), penurunan kualitas bahan makanan terjadi selama dalam penyimpanan, khususnya bila pengelolaan kualitas tidak dilakukan secara baik. Cara untuk menyelamatkan biji-bijian selama penyimpanan dari serangan dan kapang adalah dengan menggunakan pestisida. Walaupun usaha tersebut telah banyak menolong, namun pengaruh sampingannya berupa residu dalam bahan makanan dapat menjadi masalah. Dalam al-Qur’an telah disebutkan bagaimana konsep penyimpanan bahan makanan berupa biji-bijian agar tahan lama, seperti yang telah disebutkan dalam QS. Yūsuf ayat 47. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui konsep penyimpanan bahan makanan biji-bijian menurut QS. Yūsuf ayat 47, dan apakah konsep penyimpanan yang telah dijelaskan dalam QS. Yūsuf ayat 47 dapat digunakan untuk cara penyimpanan saat ini. Untuk itulah pada penelitian ini secara lebih khusus membahas masalah tentang bagaimana konsep penyimpanan bahan makanan biji-bijian menurut QS. Yūsuf ayat 47, dan bagaimana relevansi konsep penyimpanan bahan makanan menurut al-Qur’an dengan cara penyimpanan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan metode pendekatan tafsir ‘ilmiy, yaitu memahami al-Qur’an melalui pendekatan sains modern. Dengan sumber primernya adalah al-Qur’an, kitab tafsīr Al Jawāhir Fī Tafsīr al Qur’ān al Karīm karya Ṭanṭāwi Al Jauhary, Tafsīr al Fakhri ar Rāzī karya Fakhruddin ar Razi, Ṣafwatut Tafāsīr karya Syaiḥ Muhammad ‘Ali Aṣ Ṣabuni, dan kitab Tafsīr al Misbāh karya M. Quraish Shihab. Sedangkan untuk sumber sekundernya buku-buku tentang pertanian, buku-buku biologi, Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an, Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an, dan buku-buku lain yang mendukung skripsi ini. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan ilmu sains modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, konsep penyimpanan bahan makanan biji-bijian yang disebutkan dalam al-Qur’an, yaitu dengan membiarkan biji tersebut tetap pada tangkainya, mempunyai manfaat agar biji-bijian tersebut lebih awet atau tahan lama, dan tidak di makan oleh serangga. Kedua, penyimpanan yang dijelaskan di dalam al-Qur’an masih bisa diterapkan untuk cara penyimpanan saat ini, karena penyimpanan tersebut dapat mempertahankan kualitas gizi, dan apabila biji tersebut disimpan dengan tujuan akan digunakan untuk menjadi benih tanaman, maka potensi tumbuhnya lebih baik dibandingkan dengan biji yang disimpan dengan dilepaskan dari tangkainya. Mengenai masalah teknis penempatannya tergantung kebutuhan dan kemampuan, dapat ditempatkan di gudang, lumbung dan tempat-tempat lainnya. Selain itu juga, penyimpanan biji-bijian dengan tangkainya tidak menghabiskan banyak biaya atau lebih ekonomis bila dibandingkan dengan penyimpanan modern. Adanya penemuan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih mengkaji terhadap ayat-ayat dalam al-Qur’an.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorSyukur, SuparmanUNSPECIFIED
Thesis advisorMuhammad, HasyimUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Bahan makanan; Biji-bijian; Tafsir ‘ilmiy; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 04 Jul 2018 07:58
Last Modified: 04 Jul 2018 07:58
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7918

Actions (login required)

View Item View Item