Makna ażan di telinga bayi : tinjauan sains

Lutfia, Nur Laila (2017) Makna ażan di telinga bayi : tinjauan sains. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat saat ini yang banyak melakukan ażan di telinga bayi ketika lahir dengan berpedoman terhadap hadis Nabi Muhammad Saw. Mengażani bayi baru lahir ini, memiliki pengaruh terhadap kecerdasan otak anak, karena dalam mengażani bayi merupakan stimulus yang sangat baik bagi perkembangan otak anak untuk masa yang akan datang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori kognitif Jean Piaget yang menawarkan beberapa konsep yaitu, skema, intelegensi, asimilasi, akomodasi, ekuilibrasi, dan organisasi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana makna ażan di telinga bayi dalam perspektif hadis? (2) Bagaimana makna ażan di telinga bayi dalam perspektif sains? (3) Bagaimana sinergi antara makna ażan di telinga bayi dalam perspektif hadis dan sains? Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif yang berdasarkan kajian kepustakaan (library research). Sedangkan dalam pengolahan data, metode yang digunakan penulis adalah analisis deskriptif. Deskripsi yang dimaksud adalah memaparkan terkait dengan hadis-hadis Nabi Saw tentang ażan di telinga bayi serta syarah-syarah hadisnya, kemudian penulis menganalisis kualitasnya dari segi sanad dan matan. Adapun analisis yang dimaksud adalah dalam penelitian ini, penulis akan mengaitkan dengan teori psikologi kognitif serta mensinergikan antara pemahaman hadis menggunakan lafal dengan pemahaman hadis menggunakan sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang ażan di telinga bayi baru lahir dari segi sanad memiliki kualitas yang ḍa’if. Karena semua jalur hadis tersebut melalui jalur sanad yang salah satu seorang periwayatnya dianggap lemah oleh para ulama, yaitu ‘Asim bin ‘Ubaidillah bin Asim bin Umar bin Khattab. Walaupun dari segi sanad memiliki kualitas yang ḍa’if. Namun, dari segi kandungan matan dan susunan lafaẓnya bukanlah termasuk hadis yang lemah, sehingga dari segi penggunaannya dibolehkan karena bisa digunakan sebagai faḍailul ‘amal. Jika dikaitkan dengan teori kognitif Jean Piaget, ternyata ketika anak baru lahir sampai berkembang menjadi dewasa, hal yang pertama berfungsi adalah indra pendengaran. Sehingga, ketika bayi baru lahir diperdengarkan oleh kalimat-kalimat yang mengagungkan nama Allah Swt, merupakan stimulus spiritual pertama kali yang akan terus diingat oleh seorang bayi. Karena stimulus – stimulus positif pada bayi memiliki pengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Selain itu, bayi yang baru lahir akan terhindar dari godaan setan, karena setan akan lari ketika mendengar suara ażan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorZuhad, ZuhadUNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin Ni'amUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ażan; Bayi; Islam dan sains; Studi hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 04 Jul 2018 08:03
Last Modified: 04 Jul 2018 08:03
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7923

Actions (login required)

View Item View Item