Peran rajâ’ dalam menanggulangi stres perspektif al-Ghazali

Duryani, Duryani (2017) Peran rajâ’ dalam menanggulangi stres perspektif al-Ghazali. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134411039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Di dalam kehidupan manusia tidak ada yang pernah luput dari stres, baik itu stres yang diakibatkan oleh masalah pekerjaan, ekonomi, percintaan atau masalah lainnya. Stres sudah menjadi suatu hal yang lumrah dan umum terjadi pada setiap orang. Masalah psikologi termasuk stres bagi para sufi merupakan bagian persoalan moral atau sufisme. Mereka mengetahui stres dan bagaimana cara mengatasinya. Oleh karena itu masalah stres ini merupakan masalah yang bisa ditemukan pemecahannya melalui sufisme (tasawuf). Permasalahan ini tidak lepas dari masalah hati. Karena gangguan mental dan tenteram timbul dari hati. Untuk itulah peneliti tertarik melakukan riset mengenai peran rajâ’ al-Ghazali dalam menanggulangi stres sebagai kajian dalam penelitian ini, karena begitu besarnya perhatian beliau tentang hati, penyakitnya, serta obatnya. Adapun pokok masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana pemikiran al-Ghazali tentang konsep rajâ’, analisisnya serta aplikasi peran rajâ’ dalam menanggulangi stres. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif analitik. Sedangkan dari penelitian ini al-Ghazali menyampaikan peran rajâ’ akan membawa sikap optimisme dalam menjalani kehidupan yang dapat melemahkan atau menghilangkan sikap putus asa atau pesimis. Dengan rasa rajâ’ hidup yang dirasakan selalu dinamis, harmonis, bergairah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selalu dalam keadaan riang gembira dan optimis dalam segala hal. Dengan demikian, rajâ’ berlawanan dengan sikap stres, yang membuat seseorang senantiasa pesimis, murung, lemah semangat dan putus harapan. Oleh karena itu rajâ’ dalam menanggulangi stres dapat mengubah atau memperbaiki kepercayaan atau pemikiraan seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Dengan cara memberi pemahaman bahwasanya seseorang harus memasrahkan dan bergantung kepada Allah atas semua masalah yang ada, dengan melakukan pendekatan diri atau beribadah kepada Allah, melakukan amal-amal kebaikan, berdoa kepada Allah, berpasrah diri atas beban masalah, karena Allah Yang Maha Kuasa dan Berkehendak atas semua takdir seseorang. Sehingga dengan hal tersebut, akan menghasilkan suatu perilaku dan pola pikir baru yang lebih positif.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorSyukur, M. AminUNSPECIFIED
Thesis advisorAnshori, BahroonUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Rajâ’; Stress; Tasawuf
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 155 Differential and developmental psychology
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 05 Jul 2018 04:12
Last Modified: 05 Jul 2018 04:12
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7934

Actions (login required)

View Item View Item