Tinjauan hukum Islam terhadap sistem tukon beras : studi kasus di Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali

Ma'arif, Muhammad Syafi'i (2018) Tinjauan hukum Islam terhadap sistem tukon beras : studi kasus di Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Upah dalam beberapa literatur fiqih sering dibahaskan dengan ajran, ketentuannya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi keadilan dan tidak merugikan salah satu pihak baik majikan maupun buruh tani sendiri. Konsekuensi dari adanya ketentuan ini adalah bahwa sistem pengupahan bagi buruh harus sesuai dengan ketentuan norma yang telah ditetapkan. Tetapi pada data praktisnya sering terjadi ketimpangan dan banyak penyimpangan, dan muncul berbagai permasalahan yang menimbulkan rasa ketidakadilan bagi para buruh terhadap upah yang mereka terima. Hal ini berangkat dari keterlibatan buruh dalam penetapan upah selama ini yang masih dianggap rendah. Pelaksanaan upah buruh tani dilakukan antara pemilik sawah dengan para buruh tani dengan cara penangguhan pembayaran upahnya sampai pada saat masa panen tiba. Sementara terdapat hadits yang mengatakan, “Berikanlah upah sebelum keringatnya kering.” Intisari yang terkandung dalam hadits ini adalah anjuran untuk menyegerakan pembayaran upah, karena upah merupakan hak yang harus diterima setelah mereka melaksanakan kewajibannya dalam bekerja. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris dengan pembahasan Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Tukon Beras yang ada di Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pelaksanaan sistem Tukon Beras yang ada di Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali merupakan pengupahan sebagaimana biasanya, akan tetapi dalam rangka pembayaran upahnya dengan cara ditangguhkan sampai pada saat masa panen tiba, dengan mendapatkan kesempatan untuk ikut memetik hasil panen dan kemudian diberikan imbalan upah kerjanya sesuai dengan masa kerja yang telah dilakukan sebelumnya. Pemberian upah seperti ini menurut hukum Islam diperbolehkan karena di dalamnya terdapat akad yang jelas dan pasti dari kedua belah pihak dan memang sudah menjadi Adat atau Urf bagi masyarakat setempat yang sering dilakukan. Adapun kaitannya dengan praktik ujrah yang terjadi selama ini adalah sebuah tradisi yang sudah lama, dengan sistem kerja yang dimulai dengan tandur sampai waktu panen. Kalau dilihat dari sisi akadnya memang sistem kerja tersebut jelas, karena yang sering dipraktikkan oleh masyarakat dalam bekerja menggarap sawah. Sistem kerja buruh tani tersebut memang sudah menjadi suatu tradisi di masyarakat dan tradisi tersebut dianggap tidak menyimpang di dalam syari’at Islam karena pihak pemilik sawah dan buruh tani tidak saling merasa dirugikan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorSahidin, SahidinUNSPECIFIED
Thesis advisorSupangat, SupangatUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Jual beli; Tukon Beras; Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 381 Internal commerce (Domestic trade)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 05 Jul 2018 04:18
Last Modified: 05 Jul 2018 04:18
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7939

Actions (login required)

View Item View Item