Praktik akad ijarah kaum difabel : studi kasus di Panti Pijat Tunanetra Segar Bugar Ngaliyan

Maskun, Maskun (2017) Praktik akad ijarah kaum difabel : studi kasus di Panti Pijat Tunanetra Segar Bugar Ngaliyan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102411084.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Seorang tunanetra yang bekerja bukanlah orang yang tidak tahu diri dengan keterbatasannya tetapi karena ia berusaha untuk mencari solusi untuk pemecahan masalah-masalah dalam hidupnya terutama masalah ekonomi. Hidup tetap memiliki perjuangan dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun berusaha mencari dan menemukannya. Bagi mereka yang cacat netra, pekerjaan terbanyak yang mereka tekuni adalah profesi sebagai tukang pijat atau pemijat. Profesi sebagai tukang pijat ini tidak bisa dipandang enteng, sebab memijat memerlukan keterampilan serta kemampuan khusus. Berdasarkan interview dengan tunanetra yang membuka panti pijat sederhana, hasil dari memijat yang merupakan pekerjaan utama mereka ini ternyata mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka termasuk untuk menyekolahkan anak mereka ke janjang sampai perguruan tinggi. Dengan berprofesi sebagai tukang pijat inilah mereka juga mencukupi kebutuhan ekonominya sekaligus melakukan interaksi sosial dengan masyarakat sekitarnya. Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti “Praktek Akad Ijarah Kaum Difabel (Studi Kasus di Panti Pijat Tunanetra Segar Bugar Ngaliyan)”. Dengan batasan penelitian, pertama, bagaimana praktek bisnis panti pijat segar bugar? Kedua, bagaimana implementasi akad ijarah pada panti pijat tunanetra segar bugar? Dan ketiga, bagaimana kesejahteraan ekonomi keluarga tenaga panti pijat untuk memenuhi kebutuhan? Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan; field research dengan metode analisis data deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad ijarah di Panti Pijat Tunanetra Segar Bugar Ngaliyan telah dilaksanakan dengan baik dan telah memenuhi unsur syar’i. Dengan berprofesi sebagai pemijat, seorang tunanetra dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka, walaupun harus bekerja melebihi 8 jam sehari, dan berusaha hemat untuk mencukupi kebutuhan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorFatoni, NurUNSPECIFIED
Thesis advisorHuda, ChoirulUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Akad Ijarah; Difabel; Kesejahteraan Keluarga
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 331 Labor economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 20 Jul 2018 02:23
Last Modified: 20 Jul 2018 02:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7976

Actions (login required)

View Item View Item