Penentuan arah kiblat dengan suara adzan di Lubang Bukit : studi kasus di Masjid Agung Keraton Buton Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara

Rahman, Amrah Susila (2018) Penentuan arah kiblat dengan suara adzan di Lubang Bukit : studi kasus di Masjid Agung Keraton Buton Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132611018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Masjid Agung Keraton Buton merupakan masjid utama masyarakat Buton. Para ahli menyakini bahwa masjid ini merupakan masjid yang tertua dan kuno di Sulawesi Tenggara, sehingga termasuk dalam kategori cagar budaya yang harus dilindungi. Masjid Buton dibangun pada tahun 1712 Masehi bertepatan dengan kepemimpinan Sultan Sakiyudin Daarul Alam yang dibantu oleh Syekh Syarif Muhamad. Pembangunan masjid ini menyimpan cerita mitos yang kebenarannya masih diimani oleh masyarakat Buton. Masjid tersebut didirikan di atas lubang kecil tempat Syekh Syarif Muhamad mendengar suara adzan di Mekkah, sehingga diyakini lubang tersebut merupakan pusat Bumi. Seiring perkembangan zaman, Masjid Agung Keraton Buton telah mengalami lima kali renovasi, setiap perbaikan tidak pernah mengganti badan masjid, hanya atap, rangka masjid yang lapuk dan lantai yang diganti dengan keramik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sejarah metode suara adzan dalam penentuan arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara dan bagaimana keakurasian arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton dalam prespektif ilmu falak. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research) dengan tujuan untuk mengetahui metode yang digunakan dalam penentuan arah kiblat dan keakurasian arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton. Sedangkan data primer yang digunakan adalah hasil pengukuran arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton dan wawancara dengan pengurus masjid dan tokoh masyarakat yang mengetahui secara pasti sejarah pendirian Masjid Agung Keraton Buton. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan oleh Syekh Syarif Muhamad dalam menentukan arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton dengan menggunakan suara adzan pada lubang kecil yang terletak di atas bukit. Setalah penulis melakukan pengukuran, dengan menggunakan motode Azimuth Kiblat dan Rashdul Kiblat dengan bantuan alat mizwala diperoleh hasil arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton 22˚ 4’ dari titik Barat ke Utara atau 67˚ 56’ dari titik utara ke Barat atau 292˚ 4’ UTSB (azimuth kiblat). Fakta di lapangan bahwa arah kiblat masjid tersebut hanya berkisar 6˚ 4’ dari titik Barat ke Utara atau 83˚ 56’ dari titik Utara ke Barat dan Azimuth Kiblat masjid tersebut yaitu 276˚ 4’, jadi masjid tersebut kurang menghadap ke arah Utara sebesar 16˚. Berdasarkan perhitungan, perbedaan 1˚ jika dihitung dari Indonesia – Mekkah sudah mengalami pergeseran 111 km dari Ka’bah, jadi arah kiblat Masjid Agung Keraton Buton melenceng dari Ka’bah sejauh 1776 km.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMaksun, MaksunUNSPECIFIED
Thesis advisorHambali, SlametUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Suara adzan; Arah kiblat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 20 Jul 2018 08:24
Last Modified: 20 Jul 2018 08:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7991

Actions (login required)

View Item View Item