Pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy (Studi atas Pola Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Utsmaniyah Surabaya)

Rifat, R. Achmad Masduki (2012) Pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy (Studi atas Pola Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Utsmaniyah Surabaya). Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Masduki_Tesisi_Sinopsis.pdf - Accepted Version

Download (578kB) | Preview

Abstract

K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy adalah seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah al-Ustmaniyah. Didaulat menjadi mursyid, ketika ia masih berusia 30 tahun. Usia yang tergolong sangat muda untuk dijadikan sebagai panutan umat. Akan tetapi, sebelum menjadi mursyid, ia telah memulai dakwahnya dengan cara mendirikan masjid dan mengelolanya di lingkungan tempat tinggalnya. Masjid inilah yang kemudian menjadi markas besar pengembangan tarekat yang dipimpinnya. Lebih jauh, berawal dari masjid ini, pengembangan tarekat diusahakannya sedemikian rupa, hingga berdiri lembaga pendidikan, yayasan dan organisasi al-Khidmah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, terutama saat di bawah kepemimpinan K.H. Achmad Asrori, merupakan organsasi tarekat yang cukup pesat perkembangannya, di dalam dan luar negeri. Apalagi jika melihat perkembangan Jama’ah Al-Khidmah yang didirikannya, tidak terbatas pada kaum tua, melainkan telah banyak diminati oleh generasi muda. Fenomena ini perlu dikaji lebih jauh, agar dapat diperoleh pemahaman yang bermakna . Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap corak pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy dan Pola pengembangan Tarekat yang telah diupayakannya. Oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan pada 2 hal: Pertama, bagaimanakah pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy terhadap konsep maqamat dan ahwal sebagai inti ajaran tasawuf. Kedua, Bagaimanakah pola pengembangan tarekat yang dilakukan oleh K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy, sehingga tarekat ini dapat berkembang dan banyak diminati masyarakat. Penelitian ini bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara mendalam dari berbagai sumber. Analisisnya menggunakan pendekatan sejarah intelektual. Pendekatan ini berkaitan dengan kajian mentifact (orang), socifact (lingkungan sosial) dan artifact (benda yang ditinggalkan). Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, dari hasil penelitian tentang pemikiran tasawufnya, ditemukan bahwa pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy tidak terlalu jauh berbeda dengan para pendahulunya dalam rangkaian struktural Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah. Hal ini ditandai dengan berbagai penjelasannya tentang maqamat dan ahwal, yang senantiasa mengikuti apa yang telah disampaikan oleh para ulama shufiyah, seperti al-Ghazali, al-Thusi, al-Sakandary, dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa pemikiran tasawufnya, bercorak Sunni. Kedua, Melalui kajian tentang pola pengembangan tarekatnya, K.H. Achmad Asrori mengikuti pengembangan ala neo-sufisme. Hal ini ditandai oleh kecenderungannya dalam mengembangkan tarekat dengan cara-cara modern, rasional dan moderat, melalui Lima Pilar ajarannya. Melalui penelitian ini, peneliti merekomendasikan tentang perlunya mengkaji lebih jauh tentang kiprah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia. Dengan demikian, akan ditemukan berbagai bentuk pengembangan tarekat yang bermakna.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tarekat; Qadiriyah wa Naqsyabandiyah; Islamic Mysticism; Sufism
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.48 Sufi orders
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 26 Sep 2013 03:45
Last Modified: 26 Sep 2013 03:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/80

Actions (login required)

View Item View Item