Tinjauan hukum Islam terhadap hukuman ta’zir di Pondok Pesantren Asy Syarifah Brumbung Mranggen Demak

Rofiq, Ahmad (2017) Tinjauan hukum Islam terhadap hukuman ta’zir di Pondok Pesantren Asy Syarifah Brumbung Mranggen Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132211013.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Lembaga pesantren selama ini menggunakan istilah ta’zir dalam setiap tata aturan yang dibuatnya. Ta’zir sendiri merupakan salah satu dari tiga macam jarimah (tindak pidana) dalam Hukum Pidana Islam. Hal ini dapat dimaklumi karena pesantren merupakan lembaga pendidikan bernafaskan Islam. Sayangnya aturan ta’zir yang diberlakukan masih dalam bentuk yang sangat sederhana dan tidak rinci sehingga dalam penerapannya sangat berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Selain itu pihak yang berperan dalam proses penyelidikan, penyidikan, hingga putusan hukuman yang dijatuhkan hanyalah sejumlah santri yang berperan sebagai pengurus di bidang keamanan. tak heran jika ada beberapa wali santri yang kurang setuju dengan penerapan aturan yang demikian. Di tambah lagi pilihan hukuman yang diberikan dinilai merendahkan dan hanya memberikan efek malu bukan memperbaiki. Di antara pesantren yang masih menerapkan model aturan ta’zir yang demikian adalah Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Asy Syarifah di desa Brumbung kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Berangkat dari masalah di atas, penulis berusaha menjawab beberapa permasalahan diantaranya adalah : 1.) Bagaimanakah aturan-aturan dan penerapan ta’zir di ponpes Asy Syarifah Brumbung Mranggen Demak?, 2.) Bagaimanakah tinjauan Hukum Islam terhadap penerapan hukuman ta’zir di ponpes Asy Syarifah Brumbung Mranggen Demak? Dalam menelusuri, menjelaskan, dan kemudian menyimpulkan jawaban atas permasalahan di atas, penulis menggunakan penelitian lapangan (Field Research), kemudian dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, sampling, dan dokumentasi. Kemudian setelah data terkumpul, penulis menganalisis dengan metode metode analisa kualitatif dan menjelaskan dengan eksploratif, deskriptif, analitis. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Aturan ta’zir yang ada di Ponpes Asy Syarifah sudah sesuai dengan asas legalitas dalam jarimah ta’zir. Sosok kiai adalah ulil amri dalam bidang kepesantrenan, karenanya beliau berhak menerapkan ta’zir. Hukuman ta’zir di Ponpes Asy Syarifah memiliki fungsi berupa ta’dib (pendidikan) dimana dalam proses mendidik seorang murid, diperbolehkan melakukan tindakan pendisiplinan tentunya dengan batasan yang wajar. Dengan begitu Ponpes Asy Syarifah dapat mengeluarkan uotput berupa lulusan yang berilmu, disiplin dan berakhlakul karimah (hifdz al din). Kemudian Faktor dominan efektifnya penerapan hukum ta’zir yang ada di Ponpes Asy Syarifah adalah faktor “Kultur Budaya” yang sudah mendarah daging dan membentuk sikap-sikap para warganya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMiftah AF., Miftah AF.UNSPECIFIED
Thesis advisorAnafah, NailiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Ta’zir; Pondok Pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 24 Jul 2018 07:15
Last Modified: 24 Jul 2018 07:15
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8027

Actions (login required)

View Item View Item