Konsep kâfa’ah dalam pasal 61 Kompilasi Hukum Islam perspektif maqâsid al-syari’ah

Qomaruddin, Qomaruddin (2018) Konsep kâfa’ah dalam pasal 61 Kompilasi Hukum Islam perspektif maqâsid al-syari’ah. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
112111038.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kesejahteraan mayarakat akan tercapai dengan terciptanya keluarga yang sejahtera, karena keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat sangat tergantung pada kesejahteraan keluarga. Berdasarkan hal itu yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimanakah konsep kâfa’ah dalam Pasal 61 Kompilasi Hukum Islam? Bagaimanakah konsep kâfa’ah dalam Pasal 61 Kompilasi Hukum Islam ditinjau dari aspek mashlahah sebagai tujuan akhir maqâsid al-syari’ah? Jenis penelitian ini adalah penelitian doktrinal (yuridis normatif). Data Primer, yaitu Pasal 61 Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Data Sekunder, yaitu data yang mendukung data primer, di antaranya: beberapa kitab atau buku yang yg berkaitan. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi. Metode analisisnya metode deskriptif analisis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam perspektif para ulama kriteria kâfa’ah itu tidak hanya menyangkut “agama”, sedangkan Kompilasi Hukum Islam mengukur kâfa’ah hanya menyangkut “agama. Kâfa’ah yang menjadi perbincangan hampir di semua kitab fiqh sama sekali tidak disinggung oleh UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dan disinggung sekilas dalam KHI, yaitu pada Pasal 61 dalam membicarakan pencegahan perkawinan; dan yang diakui sebagai kriteria kâfa’ah itu adalah kualitas keberagamaan sebagaimana bunyi Pasal 61 KHI: “Tidak sekufu tidak dapat dijadikan alasan untuk mencegah perkawinan, kecuali tidak sekufu karena perbedaan agama atau ikhtilafu al-dien”. Penjelasan atas KHI terhadap Pasal 61 tersebut di atas hanya menyatakan “cukup jelas”. Konsep kâfa’ah dalam Pasal 61 KHI adalah sesuai dengan ide sentral maqâsid al-syari’ah yaitu kemaslahatan. Tujuan hukum Islam terletak pada bagaimana sebuah kemaslahatan bersama tercapai. Ukuran kemaslahatan mengacu pada doktrin ushul fiqh yang dikenal dengan sebutan al kulliyatul khams (lima pokok pilar) atau dengan kata lain disebut dengan maqâsid al-syari’ah (tujuan-tujuan universal syari'ah).

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorBudiman, Achmad AriefUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kâfa’ah; Kompilasi Hukum Islam (KHI); Maqâsid al-Syari’ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 25 Jul 2018 05:11
Last Modified: 25 Jul 2018 05:11
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8042

Actions (login required)

View Item View Item