Pemberian nafkah terhadap anak hasil dari perkawinan sirri : studi kasus di Desa Argopeni Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen

Feranti, Dwi Fifi (2017) Pemberian nafkah terhadap anak hasil dari perkawinan sirri : studi kasus di Desa Argopeni Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pemenuhan nafkah merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi orang tua akibat dari suatu perkawinan. Perkawinan tersebut adalah perkawinan yang dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan para pelaku perkawinan sirri bahwa perkawinan yang dilakukan secara agama atau perkawinan yang tidak dicatatkan di kantor urusan agama, menyebabkan anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut tidak wajib atau tidak berhak atas nafkah dari ayah biologisnya. Berangkat dari fenomena yang terjadi di masyarakat yang penyusun teliti, penyusun tertarik untuk membahas bagaimana kedudukan anak yang terlahir dari perkawinan sirri dan pemberian nafkah terhadap anak tersebut serta alasan-alasan yang melatarbekakangi pemberian nafkah terhadap anak. Skripsi ini bertujuan guna mengetahui bagaimana kedudukan anak yang terlahir dari perkawinan sirri serta pendapat hukum Islam dan hukum Positif terkait alasan-alasan pemberian nafkah terhadap anak hasil dari perkawinan sirri. Skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang didasarkan pada obyek lapangan di daerah atau lokasi tertentu guna mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Penelitian ini juga tergolong dalam penelitian sosiologis (socio legal research). Pengumpulan dan penyusunan data dilakukan dengan cara wawancara, dan dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sumber sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif-analitis. Perkawinan sirri yang terjadi di masyarakat saat ini adalah pernikahan yang tidak dilakukan dihadapan petugas pencatat nikah (PPN) dan tidak dicatatkan di kantor urusan agama (KUA) dan kantor catatan sipil (CAPIL). Anak yang dilahirkan akibat perkawinan sirri di dalam Undang-Undang Perkawinan menyebutkan secara tegas bahwa anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dari perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan. Kemudian terhadap kewajiban hak nafkah di dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 233 menjelaskan bahwa kewajiban pemenuhan nafkah adalah dilakukan oleh seorang ayah, apabila seorang ayah tidak dapa melaksanakan kewajiban tersebut dapat dilakukan oleh kerabatntya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorHapsin, AbuUNSPECIFIED
Thesis advisorAnafah, NailiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nafkah; Anak; Nikah sirri
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 25 Jul 2018 05:17
Last Modified: 25 Jul 2018 05:17
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8047

Actions (login required)

View Item View Item