Wanita tuna susila sebagai istri yang mencari nafkah : studi kasus di resosialisasi Argorejo Semarang

Hidayati, Lutfi (2017) Wanita tuna susila sebagai istri yang mencari nafkah : studi kasus di resosialisasi Argorejo Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111105.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Salah satu hak dan kewajiban bagi suami dan istri adalah nafkah, nafkah menjadi kewajiban suami dan hak istri, hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sunnah. Selain tertera dalam Al-Qur’an dan Sunnah, di Indonesia diatur pula pasal mengenai nafkah, yang dituangkan dalam Kompilasi Hukum Islam, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak istri, menjamin pemenuhan nafkah dari suami. Agar menghindari ketimpangan dalam rumah tangga, yang ditakutkan akan berakibat fatal seperti yang dilakukan keluarga yang istrinya bekerja menjadi wanita tuna susila di resosialisasi Argorejo Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap pemenuhan nafkah keluarga oleh istri dengan menjadi wanita tuna susila. Penelitian yang dilakukan dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif, bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan bahan penelitian ini adalah dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya penulis melakukan analisis yang bersifat deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan dari suatu objek yang dijadikan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut pendapat beberapa ulama istri diberikan pilihan apabila suami dalam masa sempit, tetap bersama suami atau meninggalkannya. Namun ketika istri menginginkan tetap bersama suami secara tidak langsung ia pun harus membantu suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun alasan sempitnya ekonomi ini tidak bisa membenarkan perbuatan zina, dengan melacur atau menjual diri sebagai pelacur seperti yang dilakukan para istri yang menjadi wanita tuna susila di resosialisasi Argorejo Semarang tersebut. Selain itu tidak dibenarkan pula sebagai suami tidak melarang ketika istrinya akan berbuat yang dilarang agama, malah justru mengizinkan istrinya menjadi pelacur.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorRumaningsih, EndangUNSPECIFIED
Thesis advisorLathifah, AnthinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nafkah; Wanita Tuna Susila; Perempuan pekerja seks komersial; Resosialisasi; Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 06 Aug 2018 00:27
Last Modified: 06 Aug 2018 00:27
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8089

Actions (login required)

View Item View Item