Status perkawinan antara ayah dengan putri dari hasil perzinahannya : studi komparatif pendapat Imam al-Syirazi dan Imam al-Sarakhsi

Farida, Laili Nur (2017) Status perkawinan antara ayah dengan putri dari hasil perzinahannya : studi komparatif pendapat Imam al-Syirazi dan Imam al-Sarakhsi. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111142.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu perintah agama bagi umat manusia untuk segera melaksanakannya, dengan adanya pernikahan dapat mengurangi kemaksiatan, memlihara dari perbuatan zina. Dalam pernikahan harus ada syarat, akad dan rukun yang terpenuhi supaya pernikahan tersebut menjadi sah. Terjadi perbedaan antara Imam al-Syīrazi dan Imam al Sarakhsi mengenai status pernikahan ayah terhadap putri dari hasil perzinaannya. Menurut Imam Syirazi status perkawinan antara ayah dengan putri dari hasil perzinahannya itu sah, sedangkan menurut Imam al-Sarakhsi status perkawinan antara ayah dengan putri dari hasil perzinahannya itu tidak sah. Berpijak dari latar belakang di atas, dalam skripsi ini penulis tertarik membahas pendapat Imam al-Syīrazi dan Imam al Sarakhsi dalam masalah status perkawinan antara ayah dan putri hasil perzinahannya. Tulisan ini berisi tentang bagaimana pendapat dan metode istinbath Imam al-Syīrazi dan Imam al-Sarakhsi tentang status pernikahan ayah terhadap putrinya dari hasil perzinahannya. Kemudian penulis juga membahas bagaimana relevansi pendapat Imam al-Syīrazi dan Imam al-Sarakhsi tentang status pernikahan ayah terhadap putrinya dari hasil perzinahannya dikaitkan dengan Hukum Islam di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (penelitian pustaka) yakni penelitian ini menggunakan pustaka sebagai sumber datanya, dengan cara menganalisis data yang pernah digunakan oleh peneliti -peneliti terdahulu. Di samping juga penelitian pustaka juga termasuk dokumenter yakni menganalisa terhadap sumber-sumber data tertulis yang ditulis langsung oleh pelakunya sendiri. Dan juga menggunakan metode analisis komparatif. Metode ini digunakan untuk membandingkan kejadian-kejadian yang terjadi dengan mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan perbedaan. Hasil penelitian ini menurut Imam al-Syīrazi apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang perempuan lalu hendak menikahi perempuan yang dizinahinya atau menikahi anak perempuan dari hasil perzinahannya itu di perbolehkan. Hal ini didasarkan firman Allah yang artinya; “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian” (Qs. An-Nisaa’ ayat 24) dan dikuatkan oleh hadits Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Aisyah. Sedangkan menurut Imam al-Sarakhsi apabila puteri seorang ayah dari hasil zina, manakala seorang menzinahi seorang perawan sehingga melahirkan anak perempuan, maka tidak dibolehkan ayah (yang menzinahinya) menikahi anak perempuan hasil zina tersebut. Kemudian dikuatkan surat Qs. An- Nisa ayat 23. Jadi dalam hal ini lebih kuat pendapat Imam al-Syīrazi. Pendapat imam Sarakhsi lebih relevan jika di terapkan di Indonesia yang mana tidak bertentangan dengan etika moral dan juga dapat melindungi hak anak yang menjadi kewajiban ayah biologisnya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorGhozali, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorShoim, MuhammadUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Perkawinan; Ayah dan putri; Perzinaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 07 Aug 2018 00:22
Last Modified: 07 Aug 2018 00:22
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8101

Actions (login required)

View Item View Item