Kehadiran saksi pada saat akad nikah dan implikasi hukumnya : studi analisis pendapat As-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy

Latifah, Asri (2017) Kehadiran saksi pada saat akad nikah dan implikasi hukumnya : studi analisis pendapat As-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111154.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

As-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy berbeda pendapat mengenai kehadiran saksi pada saat akad nikah. Menurut as-Sarakhsiy saksi merupakan syarat sah akad nikah sehingga saksi harus hadir dan menyaksikan proses akad nikah. Sedangkan menurut Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy saksi bukan merupakan syarat sah akad nikah, maka kehadiran saksi hanya sebatas dianjurkan, sehingga saksi tidak harus hadir pada saat akad nikah, namun saksi harus dihadirkan sebelum suami mencampuri istri. Berpijak dari latar belakang tersebut, dalam skripsi ini penulis tertarik membahas pendapat as-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy dalam masalah kehadiran saksi pada saat akad nikah. Tulisan ini berisi tentang pendapat dan alasan ijtihadiyah yang digunakan oleh as-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy tentang kehadiran saksi pada saat akad nikah serta implikasi hukumnya. Kemudian penulis juga membahas bagaimana relevansi pendapat as-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy mengenai kehadiran saksi pada saat akad nikah dengan konteks masyarakat muslim di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian adalah kitab al-Mabsūṭ karangan Imam as-Sarakhsiy dan kitab al-Muqaddimāt al-Mumahhidāt karangan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, kitab-kitab, jurnal, dan literatur-literatur lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Setelah data-data tersebut terkumpul, lalu disusun, dijelaskan, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, analisis dan komparatif, yaitu membandingkan antara pendapat as-Sarakhsiy dalam kitab al-Mabsūṭ dan pendapat Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy dalam kitab al-Muqaddimāt al-Mumahhidāt. Sehingga pada akhirnya mendapat hasil yang diharapkan, untuk kemudian diambil suatu kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alasan atau dasar as-Sarakhsiy dan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy berbeda dalam menempatkan posisi saksi dalam akad nikah walaupun keduanya menyatakan bahwa saksi merupakan syarat sah nikah adalah menurut as-Sarakhsiy saksi merupakan syarat ṣiḥḥah akad nikah dan termasuk syarat sah akad nikah. Sedangkan Ibnu Rusyd Al-Qurṭubiy menempatkan saksi sebagai syarat kamal atau tamam akad nikah dan termasuk sebagai syarat nafaż akad nikah. Terkait relevansi dengan kedua pendapat Imam tersebut tentang kehadiran saksi pada saat akad nikah dengan konteks masyarakat muslim Indonesia sekarang ini, dimana rentan terjadi manipulasi data atau pemalsuan data dalam perkawinan, dan pergaulan bebas misalnya, menurut penulis pendapat as-Sarakhsiy yang mengharuskan kehadiran saksi pada saat akad lebih tepat atau relevan diimplementasikan dalam masyarakat muslim Indonesia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorHapsin, AbuUNSPECIFIED
Thesis advisorSeptiana, Yunita DewiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Saksi; Akad nikah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 07 Aug 2018 00:25
Last Modified: 07 Aug 2018 00:25
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8105

Actions (login required)

View Item View Item