Tinjauan hukum Islam terhadap akad mudharabah dalam deposito berjangka : studi kasus di BPRS Artha Mas Abadi Pati

Hardiyani, Heni (2018) Tinjauan hukum Islam terhadap akad mudharabah dalam deposito berjangka : studi kasus di BPRS Artha Mas Abadi Pati. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132311087.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Akad mudharabah dalam deposito berjangka adalah akad implementasi di BPRS Artha Mas Abadi. Sebagai pengetahuan baru, masyarakat masih banyak yang belum memahami secara mendalam yang menjadi pernak – pernik dalam keuangan Islam. Sekarang saatnya menunjukkan bahwa muamalah syariah dengan filosofi utama kemitraan dan kebersamaan dalam profit dan risk dapat mewujudkan perekonomian yang lebih transparan dan adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan deposito mudharabah di BPRS Artha Mas Abadi Pati. (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan deposito mudharabah di BPRS Artha Mas Abadi Pati. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dari BPRS Artha Mas Abadi Pati, sedangkan untuk data sekunder peneliti menggunakan dokumen, buku – buku, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan teori penghimpunan dana deposito mudharabah. Setelah data penelitian terkumpul selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa : (1) Pelaksanaan deposito mudharabah di BPRS Artha Mas Abadi Pati antara lain: (a) nasabah sebagai shahibul maal menyetorkan dana minimal Rp. 1.000.000, (b) jangka waktu waktu 3, 6,12 bulan, (c) dana yang diambil sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan penalti 0,6 %, kecuali nasabah tersebut di awal akad melakukan kesepakatan apabila jatuh tempo belum diambil maka otomatis diperpanjang yang disebut yang disebut deposito ARO, (d) dalam perjanjian pihak BPRS tidak menjelaskan kepada nasabah tetang bagi hasil tetapi menjelaskan suku bunga padanan dalam membagi keuntungan. (2) Tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan deposito mudharabah di BPRS Artha Mas Abadi Pati, pelaksanaan deposito iB mudharabah pada BPRS Artha Mas Abadi Pati belum memenuhi ketentuan syariah. Hal ini terjadi dikarenakan dari segi perhitungan persentase bagi hasil antara nasabah dengan BPRS menggunaan sistem perhitungan equivalen rate atau suku bunga padanan. Besar persentase perhitungan bagi hasil dihitung dari modal nasabah bukan dari keuntungan yang diperoleh dari produk pembiayaan. Sedangkan syarat yang harus dipenuhi supaya menjadi sah tidak terjadi rusak pada akad mudharabah diantaranya bebas dari bunga.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorGhofur, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorSetyani, Nur HidayatiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Deposito; Mudharabah; Bunga; Hukum ekonomi Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics > 332.1 Bank dan perbankan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 23 Aug 2018 06:56
Last Modified: 23 Aug 2018 06:56
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8164

Actions (login required)

View Item View Item