Tafsir Surat al-Qari’ah : studi analisis Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Hamka

Najih, Muchammad (2017) Tafsir Surat al-Qari’ah : studi analisis Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Hamka. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211017.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pembahasan mengenai kiamat menempati posisi sentral di dalam Al-Qur’an. Kapan tibanya hari kiamat, semua makhluk ciptaan Allah tidak mengetahui dengan pasti datangnya hari kiamat, karena kiamat menjadi rahasia Allah semata. Keimanan kepadanya disandingkan dengan keimanan kepada Allah, sebab kejadian kiamat adalah sesuatu yang masih ghaib dan kedatangannya secara tiba-tiba. Surat al-Qa>ri’ah adalah salah satu surat dalam al-Qur’an yang membahas tentang hari kiamat, surat ini memuat dua pokok pembahasan yakni menceritakan tentang kiamat dan sekelumit proses pemeriksaan amal perbuatan. Surat ini Allah SWT ingin menginformasikan dengan sebuah pertanyaan kepada umat manusia bahwa manusia tahu tentang al-Qa>ri’ah atau hari kiamat tersebut? Tentu pemberitahuan melalui pertanyaan akan memberikan kesan yang mendalam bagi penerima berita dan diharapkan akan diperhatikan dengan penuh perhatian. Tradisi penulisan tafsir di Nusantara sebenarnya telah bergerak cukup lama, dengan keragaman teknis penulisan, corak dan bahasa yang dipakai. Ditinjau dari model penulisan tafsir, sejarah telah mencatat bahwa sejak abad 17-21, telah muncul empat model penulisan tafsir al-Qur’an di Nusantara ini, yakni : model penulisan tafsir ringkas (Ijma>li>), model penulisan tafsir catatan kaki (footnote), model penulisan tafsir lengkap (syarkhi>), dan model penulisan tafsir tematik (maudlu>’i>). M. Quraish Shihab dan Hamka adalah salah satu mufassir Indonesia yang menggunakan model penulisan tafsir lengkap (syarkhi>), M. Quraish Shihab menawarkan sebuah corak adab al-ijtima>’i> dengan metode kombinasi yakni metode tahlili dengan metode maudlu’i yang komprehensif, sebab setiap awal penulisan surat diawali dengan pengantar penjelasan surat yang ditafsirkan dan penjelasan kosakata yang dipandang perlu daripada Hamka menggunakan metode dan corak yang telah biasa ulama gunakan. Untuk itu, penulis ingin membandingkan metode dan corak kedua mufassir tersebut, dengan hasil mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran kedua tokoh tersebut. Kedua mufassir mempunyai persamaan dan perbedaan dalam menafsirkan surat al-Qa>ri’ah, untuk itu penulis ingin membandingkan dengan hasil mengetahui kedua mufassir ini. Ketika kedua mufassir tersebut menafsirkan Surat Al-Qa>riah, lafaz} mawazi>n jamak dari lafaz} mi>zan mereka mengartikan sama yakni timbangan, akan tetapi penjelasannya yang berbeda. Sedangkan lafaz} al-qa>ri’ah Quraish mengartikan dengan suara yang memekakkan telinga. Akan tetapi tafsir Al-Azha>r karya Hamka, mengartikan lafaz} al-qa>ri’ah dengan penggeger, sebab segala isi yang ada di dunia ini akan mengalami perubahan bahkan sebuah kehancuran. Hemat penulis, dalam surat al-Qa>ri’ah ini manusia untuk memperhatikan dengan serius pemberitahuan Allah, agar manusia untuk melakukan kebaikan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Thesis advisorMasrur, Moch.UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tafsir Al-Qur'an; Surat Al-Qari'ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 30 Aug 2018 02:00
Last Modified: 30 Aug 2018 02:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8181

Actions (login required)

View Item View Item