Praktik pembacaan Ratib al-Hadad di Jam’iyah Eling Nurul Huda Pondok Pesantren Darul Hikam Desa Gandasuli Kecamatan Brebes : studi living hadis

Sodirin, Ali (2018) Praktik pembacaan Ratib al-Hadad di Jam’iyah Eling Nurul Huda Pondok Pesantren Darul Hikam Desa Gandasuli Kecamatan Brebes : studi living hadis. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Dzikir Ratib al-Hadad merupakan salah satu cara berdoa dan mengharapkan pertolongan Allah SWT agar dalam menjalankan kehidupan ini selalu mendapat ketenangan. Ratib al-Hadad merupakan sebuah amaliyyah berupa dzikiran yang disusun oleh al-Habib ‘Abdullah al-Haddad dari Hadramaut, Yaman. Salah satu pondok yang juga mengamalkan ratib tersebut adalah Pondok Darul Hikam desa Gandasuli Brebes dengan nama Jam’iyah Eling Nurul Huda yang dilaksanakan secara bersama-sama antara guru dan jam’ah setiap malam Jum’at. Peneliti sangat tertarik untuk meneliti bagaimana Praktik tersebut dilaksanakan, pendapat para pengamal dengan adanya Praktik tersebut serta apa makna yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan living hadis. Pelaksanaan dzikir Ratib al-Hadad diawali dengan membaca syahadatain, istighfar, dan sholawat Nabi. Kemudian sang Kyai bertawasul dengan harapan mengharap barakah kepada auliya Allah. Selanjutnya para jama’ah yang dipimpin oleh kyai membaca dzikir yang telah disusun dalam kitab Ratib al-Hadad. Menurut para jama’ah yang mengikuti Praktik tersebut, adanya pembacaan dzikir Ratib al-Hadad ini bertujuan mencari sebuah keberkahan tersendiri, karna dengan adanya pembacaan dzikir Ratib ini di dalamnya memiliki unsur-unsur penting dalam berkehidupan masyarakat dan dari dzikir Ratib al-Hadad itulah diperoleh nilai-nilai dalam kehidupan. Sebagai media dakwah kepada masyarakat, dan menjalin hubungan silaturrahmi antar manusia. terjalin hablu minallah dan hablu minannas sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Hadis dan juga sebagai bentuk refleksi antara seorang hamba dan Allah, membuat hati tentram bagi pelakunya, dan selalu ingat akan penciptanya. Pemahaman Jama’ah dżikir Ratib al-Hadad terhadap makna dżikir Ratib al-Hadad menunjukkan pengertian yang baik dan positif. Hal ini disebabkan karena mereka sendiri merasakan manfaat dari dżikir Ratib al-Hadad jika dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman secara umum, mengungkapkan bahwa dżikir Ratib al-Hadad merupakan kumpulan do’a-do’a. Selain itu, dżikir Ratib al-Hadad juga mempunyai banyak manfaat yaitu,bisa digunakan untuk memohon segala kebutuhan, Allah akan memberikan kenikmatan dan kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat, untuk mengajarkan dan melatih kita untuk selalu ingat kepada Allah, membersihkan jiwa manusia, serta untuk memberi kedamaian pada hati manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorPurwaningsih, SriUNSPECIFIED
Thesis advisorMasruri, Ulin Ni'amUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ratib al-Hadad ; Living hadis; Zikir
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 30 Aug 2018 07:33
Last Modified: 30 Aug 2018 07:33
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8189

Actions (login required)

View Item View Item