Konsep laktasi dalam al-Qur’an : penafsiran Surat al-Baqarah ayat 233 al-Ahqaf ayat 15 dan Luqman ayat 14 dalam perspektif ilmu kesehatan

Rohmah, Alfiyatur (2018) Konsep laktasi dalam al-Qur’an : penafsiran Surat al-Baqarah ayat 233 al-Ahqaf ayat 15 dan Luqman ayat 14 dalam perspektif ilmu kesehatan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211129.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Islam telah mengajarkan kepada setiap orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya dengan memberikan ASI (Air Susu Ibu) atau dalam ilmu kesehatan disebut dengan istilah laktasi selama dua tahun penuh yakni sesuai dengan perintah dalam QS. Al-baqarah ayat 233 dan Luqman ayat 14, yang mana disebutkan bahwasannya masa penyusuan sempurna adalah dua tahun dan tertuliskan pula tiga puluh bulan beserta masa kandungannya dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15 Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apa manfaat laktasi bagi perkembangan anak, bagaimana tata cara laktasi yang baik dan benar, dan berapa lama masa laktasi yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an maupun dalam bidang kesehatan. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir ‘ilmiy. Yaitu memahami al-Qur’an melalui pendekatan sains modern khususnya dalam bidang kesehatan. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu kesehatan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa; pertama, ASI merupakan minuman dan makanan terbaik secara alamiah maupun medis. Komponen seimbang dalam ASI sangat bermanfaat bagi kebutuhan anak, sehingga tidak mungkin bayi akan terinfeksi usus jika hanya mengonsumsi ASI. Karena ASI sangat mudah dicerna oleh bayi dan mengandung semua zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Kedua, tata cara laktasi yang benar diantaranya diawali dari segi sikap, posisi, perlekatan bayi, dan gizi ibu. Selain itu, manajemen laktasi yang benar meliputi Posisi dan Pelekatan serta teknik memerah baik itu perah menggunakan tangan maupun menggunakan alat perah hal ini sebagai cara lain bagi ibu yang sibuk yang nantinya dapat disimpan sebagai cadangan makanan bagi bayi. Ketiga, Masa laktasi telah dijelaskan dalam al-Qur’an sebagaimana berdasarkan urutan turunnya Alquran yaitu: Q.S. Luqman [31]: 14, Q.S. Al- Ahqāf [46]: 15 dan Q.S. Al-Baqarah [2]: 233. QS. Luqman menjelaskan bahwa masa pemberian laktasi adalah selama dua tahun, sedangkan Q.S. al-Ahqāf menjelaskan bahwa masa hamil dan menyusui adalah tiga puluh bulan, yang mana masa hamil dikurangi dengan masa menyusui, yaitu jika masa hamil enam bulan maka masa menyusui dua puluh empat bulan. Kemudian pada Q.S. Al-Baqarah menjadi penutup dalil sekaligus penegas masa laktasi yang paling sempurna yakni dua tahun. Jadi sebaiknya masa laktasi adalah dua tahun karena merupakan masa yang paling cocok untuk pertumbuhan bayi dalam memperkuat tulang. Jika ayah dan ibu ingin mempercepat masa penyapihan maka harus ada musyawarah dan kerelaan dari orang tua bayi karena hanya mereka berdualah yang saling memahami keadaan anaknya. Tidak pernah ada waktu yang pasti kapan sebaiknya anak disapih dari ibunya. Dalam ilmu kesehatan, masa pemberian ASI diberikan secara eksklusif 6 bulan pertama, kemudian dianjurkan tetap diberikan setelah 6 bulan berdampingan dengan makanan tambahan hingga umur 2 tahun, karena ASI masih memiliki zat-zat gizi yang berguna untuk tumbuh kembang bayi seperti lemak, protein, mineral dan vitamin.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMuhammad, HasyimUNSPECIFIED
Thesis advisorMasrur, Moh.UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Laktasi; Tafsir Al-Qur'an; Ilmu Kesehatan; Menyusui
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Sep 2018 09:23
Last Modified: 03 Sep 2018 09:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8199

Actions (login required)

View Item View Item