Nilai hadis tentang mengakhirkan salat isya’ dan pemaknaannya

Afifah, Fa'imatul (2017) Nilai hadis tentang mengakhirkan salat isya’ dan pemaknaannya. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211026.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Kita melihat salat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat muslim dan tidak boleh sampai kita meninggalkannya, maka pelaksanaan waktu salat yang paling baik ialah bersegera untuk melaksanakannya dan tidak menyia-nyiakan waktu salat. Sehingga waktu yang paling tepat untuk melaksanakannya ialah pada awal waktunya, agar salat tersebut tidak terlupakan (tertinggal). Namun disisi lain terdapat juga hadis yang menyatakan bahwa waktu tepat untuk melaksanakan salat tidak selalu pada awal waktu, melainkan dianjurkan untuk menundanya sampai pada pertengahan malam atau sepertiganya (salat Isya’). Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai waktu mana yang paling baik untuk melaksanakan salat Isya’, apakah pada awal waktu atau pada waktu yang akhir sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra tersebut. Maka dalam hal ini perlu dilakukan pemahaman hadis yang lebih mendalam. Oleh karenanya, dibutuhkan alat bantu yang digunakan untuk memahami hadis-hadis yang nampaknya bertentangan, dimana alat bantu tersebut ialah ilmu mā’anil hadis. Adapun pembahasan yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah nilai hadis tentang mengakhirkan salat Isya’ dan pemaknaannya. Bahan bahasan yang diperoleh terdapat pada kutub as-Sittah. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan. Kemudian dalam menganalisis data dilakukan takhrij hadis-hadis mengakhirkan salat Isya’ untuk mengetahui kualitas hadis tersebut dan untuk mendapatkan pemaknaannya maka dilakukan melalui pendekatan Bahasa dan pendekatan Asbāb al-wurūd. Berdasar hasil penelitian bahwa kualitas hadis ucapan (qauliyah) Nabi saw termasuk hadis ṣaḥiḥ, sedangkan hadis laku (fi’liyah) Nabi saw ialah hadis ṣaḥiḥ. Mengenai pemahaman hadis tentang mengakhirkan salat Isya’ yaitu pelaksanaan salat yang afdol ialah di awal waktu, penundaan salat Isya’ disebabkan ada ‘illat yaitu menunggu jama’ah. Menunggu salat Isya’ dilakukan beliau jika jama’ah masih sedikit, pasalnya sangat jarang para sahabat yang salat berjama’ah di masjid sedikit, biasanya jumlah jama’ah salat di masjid saat itu sangat besar. Sehingga jarang terlihat adanya sedikit jamaa’ah, jika mungkin sesekali atau dua kali. Nabi menunda salat Isya’ hanya beberapa kali saja sebagai isyarat dan menjelaskan akan pembolehannya. Atau beliau melakukan itu karena suatu kesibukan, atau karena adanya suatu udzur.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorUlama'i, A. Hasan Asy'ariUNSPECIFIED
Thesis advisorSya'roni, Mokh.UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hadis; Waktu shalat isya'; Shalat akhir waktu
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Sep 2018 09:36
Last Modified: 03 Sep 2018 09:36
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8205

Actions (login required)

View Item View Item