Musik dalam pandangan al-Mubarakfury : studi kitab Tuhfat al-Ahwadzi

Azimah, Kuni (2017) Musik dalam pandangan al-Mubarakfury : studi kitab Tuhfat al-Ahwadzi. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
124211056.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul “Musik dalam Pandangan al-Mubarakfuri (Studi Kitab Tuhfat al-Ahwadzi)” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Abdurrahman al-Mubarakfuri tentang musik dalam kitab Tuhfat al-Ahwadzi, serta bagaimana relevansi hadis-hadis tersebut terhadap perkembangan musik masa kini. Tidak dapat dipungkiri bahwa musik merupakan salah satu bentuk kesenian yang paling proaktif dalam mempengaruhi kebudayaan populer di Indonesia. Musik sangat mempunyai andil dalam tiap sendi kehidupan manusia, baik itu sebagai industri, ritual, motivasi, terapi, dan lain-lain. Pengaruh musik begitu nyata dalam kehidupan manusia, dengan kata lain musik bisa memberi inspirasi kepada manusia untuk berlaku positif maupun sebaliknya, tinggal bagaimana musik itu disajikan. Dalam khasanah kesenian Islam, musik muncul sebagai wakil dalam kesenian masyarakat. Hadrah, rebana, dan nasyid merupakan beberapa corak yang bisa dikemukakan sebagai contoh kesenian yang hidup di lingkungan Islam dan keberadaanya dapat diterima oleh masyarakat luas. Kekhasan warna dari musik tersebut, membuatnya hidup dan dihargai sebagai aset budaya nasional yang diberi ruang gerak dan pelestarian. Melihat kenyataan tersebut, maka perlu ditengok kembali sebuah konsep kesenian dalam Islam yang tercantum dalam hadis nabi saw. Karena bidang kesenian cukup luas, maka peneliti hanya membatasi tentang seni musik dalam pandangan al-Mubarakfuri. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu metode pustaka, sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang berupa buku-buku, majalah, maupun literatur lain yang berkaitan dengan tema yang akan dibahas. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan asbabul wurud, linguistik, dan historis yakni dengan menggali budaya-budaya yang ada pada masa turunnya hadis. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan hal sebagai berikut, musik merupakan sesuatu yang diharamkan, termasuk memainkan jenis-jenis alat musik seperti rebana, seruling, gitar, dan lain sebagainya. Akan tetapi di lain kesempatan beliau memperbolehkan menabuh rebana pada waktu-waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa bermusik atau memainkan alat musik apa pun, adalah mubah. Inilah hukum dasarnya. Kecuali jika ada dalil tertentu yang mengharamkan, maka pada saat itu suatu alat musik tertentu adalah haram.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorPurwaningsih, SriUNSPECIFIED
Thesis advisorJamil, A. MukhsinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Musik; Syarah hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Sep 2018 09:37
Last Modified: 03 Sep 2018 09:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8206

Actions (login required)

View Item View Item