Kisah-kisah dalam Al-Qur’an : studi penafsiran Muhammad al-Ghazali terhadap QS. al-Kahfi dalam Naḥwa Tafsīr Mauḍu’i li Suwar al-Qur’an al-Karīm

Chakim, Lutfil (2018) Kisah-kisah dalam Al-Qur’an : studi penafsiran Muhammad al-Ghazali terhadap QS. al-Kahfi dalam Naḥwa Tafsīr Mauḍu’i li Suwar al-Qur’an al-Karīm. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211015.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini menjelaskan tentang Kisah-kisah dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Muhammad al-Ghazali Terhadap QS. Al-Kahfi dalam Tafsir Naḥwa Tafsīr Mauḍū’i Li Suwar Al-Qur’ān al-Karīm. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an memiliki keunikan atau keistimewaan dalam dua hal pokok. Pertama memperhatikan aspek kebenaran dan faktualitas bukan imajinasi. Kedua memperhatikan sasaran dan tujuan dari pemaparan kisah tersebut. Tujuan dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah keikutsertaan dengan gaya atau metode lain yang dimanfaatkan Al-Qur’an untuk mewujudkan target dan tujuan religius dan edukatif, sehingga kisah memiliki pengaruh langsung dalam jiwa manusia. Pokok permasalahan dalam penelitian skripsi ini adalah: 1). Bagaimana penafsiran kisah-kisah dalam surat al-Kahfi menurut Muhammad al-Ghazali dalam Tafsīr Naḥwa Mauḍu’i li Suwar Al-Qur’an al-Karīm? 2). Bagaimana Korelasi Nilai-nilai moral dalam kisah di QS. Al-Kahfi dengan konteks kekinian ? Pertanyaan di atas merupakan fokus kajian ini yang diulas dengan penelitian yang bersifat library research. Data yang diperoleh diolah dengan metode deskriptif analitik dan content analysis. Adapun sumber primer penelitian ini adalah kitab Tafsir Naḥwa Tafsīr Mauḓū’i Li Suwar Al-Qur’ān Al-Karīm karya Muhammad al-Ghazali, dan data sekunder diperoleh dari data-data yang terkait dengan kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Berdasarkan tafsir surat al-Kahfi versi Muhammad al-Ghazali dalam kitab Naḥwa Tafsīr Mauḍū’i Li Suwar Al-Qur’ānal-Karīm, ada beberapa figur yang menjadi identifikasi peneliti diantaranya adalah Ashab al-Kahfi yaitu para pemuda yang bersembunyi di dalam gua, Nabi Musa yaitu seorang Murid dan Nabi Khidir merupakan Gurunya, Zulkarnain yaitu orang yang melindungi kaum yang di serang oleh Ya’juj Ma’juj, sedangkan Ya’juj Ma’juj adalah kaum yang membuat kerusakan di muka bumi. Nilai moral yang dapat diambil dari kisah-kisah dalam Surah al-Kahfi yaitu: sebagai pemuda harus menjadi pemuda yang taat dan sabar (Ashab al-Kahfi). Menjadi sebagai sosok yang mempunyai kesungguhan, kemauan, dan tekad yang bulat (Nabi Musa). Menjadi seorang yang religius-pendidik, penuntun yang tidak penuntut (Nabi Khidir). Menjadi penguasa yang cerdas dan revolusioner yang tangguh (Zulkarnain). Tidak menjadi kaum yang menyerang dan merusak (Ya’juj Ma’juj).

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Thesis advisorMuhammad, HasyimUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kisah dalam Al-Quran; Surat al-Kahfi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 05 Sep 2018 01:28
Last Modified: 05 Sep 2018 01:28
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8208

Actions (login required)

View Item View Item