Penafsiran term banān dalam Al-Qurān : studi analisis tafsir ‘ilmī

Oktaviyah, Anik (2018) Penafsiran term banān dalam Al-Qurān : studi analisis tafsir ‘ilmī. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211057.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Terdapat perbedaan dalam menafsirkan term banān dalam al-Qurān surat al-Qiyāmah ayat 4 dikalangan para mufassir. Ada yang hanya sekedar menafsirkannya dengan penyusunan jari-jari dengan sempurna dan ada yang menafsirkannya dengan penyusunan sidik jari. adapun yang menafsirkannya dengan sidik jari adalah penafsiran yang menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan modern. Sedangkan yang menafsirkan dengan penyusunan jari-jari adalah penafsiran yang cenderung menggunakan model penafsiran klasik. Oleh karena itu penelitian ini terfokus pada judul Penafsiran Term Banān Dalam Al-Qurān (Studi Analisis Tafsir ‘Ilmī). Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran term banān menurut para mufassir dan bagaimana korelasi penafsiran term banān dengan sains. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari sumber data primer yaitu ayat-ayat al-Qurān yang berhubungan dengan term banān dan tafsir ‘ilmī. Adapun sumber data sekundernya adalah buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan skripsi ini. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu sains. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa, penafsiran term banān didapatkan dengan menggunakan penafsiran yang mengkhususkan objek kajiannya pada ilmu alam (sains) seperti Tanṭāwi Jauharī, Hamka dan Zaglūl Al-Najjār. Yaittu term banān pada surat al-Qiyāmah ayat 4 (empat) merupakan penjelasan tentang sidik jari. adapun perbedaan pendapat dalam menjelaskan term banān, pada dasarnya maksud dari kedua penjelasan tersebut memiliki keserupaan yang mana term banān tersebut merupakan penjelasan tentang penyusunan jari-jari manusia yaitu, jari-jari manusia akan disusun dengan sempurna bahkan sidik jari jari-jari yang merupakan tanda khas untuk setiap manusia yang membedakannya dengan sidik jari yang lain akan Allah susun dengan sempurna. Dan jika Allah menghendaki maka Allah akan menyusun jari-jarinya itu menjadi sama rata seperti tapak kaki unta. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Fakhruddīn ar-Rāzzī dan Jarir ath-Thabari. Penafsiran term banān memiliki hubungan dengan sains modern yang mana makna (البنان) adalah aṣābi’/aṭrāful aṣābi’ jari-jari/ujung-ujung jari (fingertips). Dalam sains modern dijelaskan bahwa pada ujung-ujung jari terdapat garis-garis. Dan garis ini mewakili sidik khusus untuk setiap manusia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh seorang ahli syaraf asal Cheko Purkinje pada tahun 1823 berhasil merumuskan hakikat sidik jari. Ia menemukan bahwa garis-garis lembut yang berada di ujung-ujung jari berbeda antara seseorang dengan yang lain.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAmin, NasihunUNSPECIFIED
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Banan; Sidik jari; Tafsir ilmi; Al-Qur'an dan sains
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 05 Sep 2018 01:31
Last Modified: 05 Sep 2018 01:31
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8210

Actions (login required)

View Item View Item