Praktik khitan perempuan di Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati : studi living hadis

Kotijah, Dewi (2018) Praktik khitan perempuan di Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati : studi living hadis. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134211031.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Permasalahan mengenai khitan perempuan bukan lah hal yang baru. Khitan bagi perempuan telah muncul sebelum adanya Islam. Bahkan pada masa Nabi Muhammad saw terdapat peristiwa khitan perempuan yang terjadi di Madinah. Sejarah menunjukkan bahwa khitan perempuan telah menjadi kebiasaan umat pada setiap zamannya. Bahkan sampai saat ini khitan perempuan masih tetap berlanjut di berbagai daerah di Indonesia. Munculnya berbagai pandangan tentang khitan perempuan menyebabkan terjadinya pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Mulai dari segi agama, kesehatan dan gender masing-masing mempunyai argumen yang mengutarakan tentang manfaat dan bahaya khitan bagi perempuan. Namun, terlepas dari itu semua ada beberapa alasan yang mendasari suatu pribadi atau golongan dalam melaksanakan khitan perempuan. Salah satu nya adalah masyarakat Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati. Mayoritas penduduk Desa tersebut tetap melaksanakan khitan perempuan dengan alasan bahwa khitan bagi perempuan mempunyai makna tersendiri bagi pribadi anak perempuan tersebut. Ada pula yang berlandasan bahwa khitan perempuan termasuk syariat agama sehingga sudah sepatutnya untuk dilaksanakan. Terlepas dari semua itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana praktik khitan perempuan yang sesuai dengan anjuran Rasulullah. Sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi perempuan. Maka bagi penulis, hal ini sangat penting untuk diteliti. Dengan rumusan masalah, pertama, pandangan masyarakat Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati terhadap khian perempuan. kedua, praktik khitan perempuan yang terjadi di Desa Jembul Wunut Kecaatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah field research dan termasuk penelitian kasuistik. Sumber-sumber datanya diperoleh dari penduduk Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati dengan 3 pembagian kategori; pertama, kelompok masyarakat berpendidikan kedua, kelompok tokoh masyarakat ketiga, kelompok masyarakat awam dan buku-buku yang berhubungan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan strategi interpretasi emik dan etik yaitu memahami data yang sudah terkumpul melalui observasi dan wawancara di lapangan kemudian disusun dan laporkan apa adanya sesuai hasil dari lapangan kemudian di analisis untuk memahami aktualisasi hadis khitan perempuan dari praktik khitan perempuan di Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati dengan yang ada dalam hadis Nabi Muhammad saw kemudian diambil kesimpulan yang logis. Bedasarkan penelitian, kesimpulan dari penelitian ini pandangan masyarakat Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati terhadap khitan perempuan mayoritas memaknai khitan perempuan secara tekstual. Ada pula yang memaknai khitan perempuan secara kontekstual yang mengartikan bahwa khitan perempuan dilakukan hanya sebagai simbolis. Bagi masyarakat Desa Jembul Wunut khitan perempuan merupakan salah satu simbol untuk menjadikan anak perempuannya sebagai pribadi yang berakhlak baik. Menurut masyarakat Jembul Wunut khitan permpuan bertujuan untuk membuang suker. Dalam filosofi Jawa suker yang dimaksud adalah suatu sifat buruk. Yaitu diumpamakan sebagai wujud dari sikap yang tidak baik. Sehingga, apabila anak perempuan tersebut telah dikhitan maka harapan dari orang tua adalah kelak anaknya menjadi manusia yang berbudi luhur. Sedangkan praktik khitan perempuan di Desa Jembul Wunut Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati terbagi menjadi 2 kategori; pertama praktik khitan permpuan yang dilakukan secara nyata artinya dalam prosesnya alat vital perempuan tersebut dipotong sedikit. Dalam proses ini mayoritas dilkukan oleh Dukun Bayi. Akan tetapi ada pula beberapa tenaga kesehatan yang menerapkan cara seperti di atas. Kedua, praktik khitan perempuan yang dilaksanakan secara simbolis artinya dalam prosesnya alat vital perempuan tersebut tidak dipotong hanya dibersihkan bagian dalamnya. Dalam proses ini kebanyakan dilakukan oleh tenaga kesehatan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMusyafiq, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorPurwaningsih, SriUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Khitan perempuan; Living hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Tafsir Hadis)
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 06 Sep 2018 07:49
Last Modified: 06 Sep 2018 07:49
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8221

Actions (login required)

View Item View Item