Makna hijab dalam Al-Qur’an : studi tematik ayat-ayat hijab

Riyani, Riyani (2018) Makna hijab dalam Al-Qur’an : studi tematik ayat-ayat hijab. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
COVER SKRISI.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (510kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (812kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (753kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (271kB) | Preview

Abstract

Berawal dari kegelisahan penulis terhadap problematik kata hijab, jilbab, khimar dan cadar. Penelitian ini termasuk salah satu bentuk pencarian terhadap kebenaran hal tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti judul “Makna Hijab Dalam Al-Qur’an (Studi Tematik Ayat-Ayat Hijab)”. Karena kata hijab masih menjadi hal kontroversi di kalangan „Ulama dan Masyarakat umum. ada sebagian „Ulama yang tidak membedakan antara makna kata hijab dengan makna kata jilbab, dan yang lebih memprihatinkan lagi ketika ada yang mengatakan bahwa ‘kesunnahan ber-cadar berakar dari ayat hijab‟. Adapun, tokoh Ulama yang tidak membedakannya, sejauh yang penulis ketahui diantaranya adalah Husein Shahab dan Muhammad ibn Muhammad Ali. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitianlibrary research (penelitian kepustakaan) dengan metode pengumpulan data studi dokumentasi secara tematik dengan pendekatan kebahasaan semantik al-Qur‟an. Dengan ini diharapakan dapat menyimpulkan makna hijab secara komprehensif dan objektif.Di dalam al-Qur‟an kata hijab diulang sebanyak delapan kali dalam delapan surah diantaranya terdapat dalam al-A’raf (7):46, al-Isra’ (17) :45, Q.S.Maryam (19) : 17; Shad (38) : 32;Fushshilat (41) :5, al-Syura’ (42) :51, al-Ahzab (33) :53, alMuthaffifin (83) :15. Dari delapan kata hijab tersebut tentu memiliki konteks berbeda antara satu dengan yang lain. Secara konteks justru kata hijab menjadi makna yang universal danmultidimensi. Secara mendasar, makna kata dasar (Grundbedeutung) hijab adalah mencegah, jadi segala sesuatu yang dapat mencegah suatuhal kepada yang lainnya bisa disebut hijab. Sedangkan maknarelasional (relational Bedeutung) hijab adalah segala yangberfungsi dapat mencegah seperti dinding, pembatas, penghalang dan melindungi. Sesuai dengan konteks sekarang, hijab mengalami perkembangan makna namun secara kritis justru hijab mengalami penyempitan makna. Karena hijab hanya terkontruksi pada jenisfashion.Dimana jilbab adalah hijab dan khimar adalah hijjab. Padahal makna jilbab adalah menutupkan sesuatu di atas sesuatuyang lain sehingga tidak dapat terlihat‟. Pengertian asal tersebutberkembang dan diartikan dengan „pakaian‟ karena menutupibadan seseorang dengan baik dan tidak memperlihatkan lekukantubuh pemakainya seperti mantel. Dan khimar bermakna menutupidan sesuatu yang berperan menutupi sesuatu. Kemudian lebihpopuler diartikan sebagai „kerudung atau tutup kepala wanita. Jadi,agar kata hijab tidak berkembang dengan arti konotatifnya, makaharus kembali kepada makna harfiyahnya. Dimana setiap jilbab,khimar dan cadar adalah hijab. Namun tidak semua hijab itu jilbab,khimar dan cadar.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMundhir, MundhirUNSPECIFIED
Thesis advisorPurwaningsih, SriUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hijab; Jilbab; Khimar; Cadar; tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 06 Sep 2018 07:56
Last Modified: 06 Sep 2018 07:56
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8222

Actions (login required)

View Item View Item