Konsep taubat dan implementasinya menurut perspektif Imam Nawawi

Zunaidi, Ahmad Arif (2018) Konsep taubat dan implementasinya menurut perspektif Imam Nawawi. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134411064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Setiap manusia pasti memiliki dosa, karena manusia adalah tempat salah dan lupa, Sepanjang kehidupan yang dilalui manusia, jika dalam satu hari manusia melakukan dosa satu maka dalam sebulan manusia telah melakukan 30 dosa. Namun jika dalam satu jam manusia melakukan dosa, berarti sebanyak 24 dosa yang telah dilakukan manusia dalam sehari semalam. Belum lagi jika dihitung dari setiap menitnya, bahkan perdetiknya sekalipun sangat rawan dalam kelalaian. Jika setiap dosa yang dilakukan manusia ditampakan, sudah pasti memenuhi suatu ruang yang besar. Maka dari itu Allah Ta’ala memberikan jalan kepada manusia untuk segera bertaubat, memohon ampun dan ridho-Nya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi dokumenter dengan analisis data content analysis. Penerapan content analysis menampilkan tiga syarat yaitu objektivitas, pendekatan sistematis dan generalisasi. Analisis harus menggunakan kriteria tertentu. Hasil analisis harus menyajikan generalisasi, artinya temuannya haruslah mempunyai sumbangan teoritis, temuan yang hanya deskriptif rendah nilainya. Dalam penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan konsep taubat menurut Perspektif Imam Nawawi. Dalam analisis ini seorang peneliti dapat menghitung frekuensi munculnya suatu konsep tertentu, penyusunan kalimat menurut pola yang sama, dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Nawawi, taubat adalah suatu keharusan bagi seseorang yang berbuat dosa. Menurutnya, ada tiga macam syarat untuk bertauabat, yang Pertama hendaklah menghentikan seketika itu juga dari kemaksiatan yang dilakukan, kedua ialah supaya menyesali kesalahannya kerana telah melakukan kemaksiatan. dan yang terakhir adalah berniat tidak akan mengulangi lagi perbuatan maksiat itu untuk selama-lamanya. Jika salah satu dari tiga syarat di atas tidak terpenuhi maka taubatnya menjadi tidak sah. Ketika kemaksiatan itu ada hubungannya dengan sesama manusia (habluminannas), maka syaratnya ada empat macam, yaitu tiga syarat yang sudah tersebut di atas dan yang keempat ialah supaya melepaskan tanggungan itu dari pihak yang bersangkutan lalu meminta maaf hingga orang yang bersangkutan memaafkannya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorHadziq, AbdullahUNSPECIFIED
Thesis advisorSulaiman, SulaimanUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Taubat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 17 Sep 2018 07:45
Last Modified: 17 Sep 2018 07:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8239

Actions (login required)

View Item View Item