Kajian etnografi tradisi sungkem trompak di Desa Pogalan Kabupaten Magelang : kearifan Lokal dan konservasi lingkungan

Oktafia, Lailatul Hanik Wahyu (2018) Kajian etnografi tradisi sungkem trompak di Desa Pogalan Kabupaten Magelang : kearifan Lokal dan konservasi lingkungan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
134111037.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Masyarakat Jawa identik dengan tradisi yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Tradisi-tradisi itu merupakan kearifan lokal yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat, juga di dalam tradisi tersebut terdapat tabu-tabuan yang selalu masyarakat patuhi. Tabu-tabuan yang masyarakat patuhi seringkali dapat dihubungkan dengan ilmu modern, sehingga pada masa kini masyarakat modern mulai meninggalkan tradisi beserta tabu-tabuan yang ada di dalamnya dikarenakan teknologi modern telah mampu mengilmiahkan tabu-tabuan tersebut dengan logika. Akibatnya, masyarakat modern tidak lagi berbaik hati terhadap alan, tidak menjaga alam dengan baik demi untuk mengembangkan kehidupan mereka ke arah kehidupan modern. Misalnya; menebang pohon-pohon dihutan yang dulu disakralkan oleh masyarakat tradisional untuk kemudia lahannya di ubah menjadi vila maupun pusat perbelanjaan. Berbeda dengan masyarakat dusun Keditan, desa Pogalan, kabupaten Magelang yang masih melestarikan kearifan lokal ditengah-tengah kehidupan yang semakin modern. Masyarakat desa Pogalan ini memiliki tradisi yang disebut tradisi sungkem trompak, dimana pelaksanaan tradisi ini adalah hari ke lima lebaran idul fitri atau tanggal 5 Syawal. Tradisi sungkem trompak dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat desa Pogalan. Meskipun pelaksanaan tradisi ini di sebuah sumber air bernama sumber mata air trompak yang berada di dusun Gejayan desa Banyusidi namun tradisi ini adalah murni warisan nenek moyang untuk masyarakat dusun Keditan desa Pogalan yang masih terus dilestarikan. Dalam tradisi ini terdapat unsur konservasi lingkungan yang dapat dilihat dari tabu-tabuan yang dipercayai oleh masyarakat sekitar, seperti; dilarang membuang sampah sembarangan di sekitar sumber air atau pertapan trompak, dilarang menebang pohon secara serampangan di sekitar sumber air trompak tanpa meminta izin tetua adat, dilarangnya wanita yang sedang datang bulan untuk memasuki pertapan trompak kecuali setelah mendapat izin dari tetua adat, juga kepercayaan masyarakat terhadap lima kendi yang berada di sumber air trompak memiliki berbagai makna diantaranya sebagai simbol tahta, kesehatan, perniagaan, pertanian dan ilmu. Penelitian ini berangkat dari problem: Bagaimana Kearifan Lokal serta konsep Etika dan Konservasi Lingkungan dalam tradisi sungkem trompak di Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui Kearifan Lokal serta konsep etika dan konservasi lingkungan dalam tradisi sungkem trompak di Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi. Adapun tahap-tahapannya yaitu metode pengumpulan data (observasi, interview, dokumenter), seleksi data, analisis data dan laporan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa masyarakat desa Pogalan masih sangat menjaga dan melestarikan kearifan lokal di tengah masyarakat modern yang sudah tidak lagi menganggap tradisi beserta tabu-tabuan di dalamnya sebagai suatu yang sakral. Dalam tradisi sungkem trompak juga terdapat pengetahuan, pemahaman dan penjagaan serta menuntut seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan saling menghormati kehidupan sesama manusia maupun hubungan manusia dengan lingkungannya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMachrus, MachrusUNSPECIFIED
Thesis advisorTsuwaibah, TsuwaibahUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Etnografi; Tradisi; Sungkem Trompak; Pelestarian lingkungan; Konservasi lingkungan; Karifan lokal
Subjects: 300 Social sciences > 301 Sociology and anthropology
300 Social sciences > 390 Customs, etiquette, folklore > 392 Customs of life cycle and domestic life
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 17 Sep 2018 08:09
Last Modified: 17 Sep 2018 08:09
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8250

Actions (login required)

View Item View Item