Konsep pendidikan mental anak : telaah pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyah al-Aulād fī al-Islām

Luthfi, Rois (2018) Konsep pendidikan mental anak : telaah pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyah al-Aulād fī al-Islām. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
123111139.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

menekankan kepada jiwa anak. jiwa adalah ruh. Ruh agar manusia dapat bersemangat, ruh agar manusia selalu bahagia, ruh agar manusia dapat menjalankan tanggungjawab dan kewajiban sebagai seorang hamba Allah swt. sehingga pendidikan ini sangat penting untuk dilakukan oleh para pendidik, baik orangtua, guru, maupun masyarakat. Penelitian ini pada intinya mengambil fokus permasalahan bagaimana konsep pendidikan mental anak menurut Abdullah Nashih Ulwan?. Pendidikan ini merupakan pendidikan yang jarang sekali terdengar di dunia pendidikan. Pendidikan yang hampir sama dan sering di bahas dalam dunia pendidikan misalnya pendidikan karakter dan pendidikan akhlak. Oleh karena itu pedidikan mental yang semacam ini ini perlu diperkenalkan. Salah satu tokoh pendidikan Islam yang secara jelas membahas pendidikan seperti ini adalah Abdullah Nashih Ulwan, dengan judul “tanggung jawab pendidikan mental” di kitab karangannya. Secara garis besar isi dari pendidikan mental yang Ulwan berikan adalah untuk menghindarkan anak sejak kecil dari sifat-sifat negatif yang membelenggu kepribadiannya. Sifat-sifat negatif tersebut misalnya penakut, iri, dengki, rendah diri, dan pemarah. Sifat sifat tersebut muncul karena perlakuan orangtua yang salah, misalnya menakut-nakutinya dengan hantu, setan, pocong, jin, dan lain-lain sejak kecil. Atau juga membanding-mandingkan antara anak satu dengan anaknya yang lain. selanjutnya, gangguan mental tersebut juga dapat disebabkan oleh faktor lain. misalnya cacat, miskin, yatim, dan lain-lain. Untuk mensukseskan pendidikan mental ini, maka menurut ulwan yang harus berperan adalah semuanya, baik keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan pridadi diri sendiri. Dari pribadi diri sendiri harus ada niatan untuk selalu mejadi lebih baik. Didukung oleh orangtua, masyarakat, dan pemerintah yang memberikan motivasi, perhatian, perlakuan, penanganan yang benar. Pada saat ini tidak jarang didapati anak yang kelihatan sedih, frustasi, murung, minder, menjadi begal, mencuri, dan lain-lain. semua itu bukan semata-mata salah anak. bisa jadi didikan orangtua yang salah. Lingkungan yang tidak mendukung atau bisa juga karena sebab ketidaktenangan jiwa seseorang. oleh karena itu penelitian ini sangat relevan untuk diterapkan pada zaman sekarang.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorWahid, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorMursid, MursidUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pendidikan mental; Pendidkan anak
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 02 Oct 2018 05:35
Last Modified: 02 Oct 2018 05:35
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8349

Actions (login required)

View Item View Item