Inventarisasi dan digitalisasi manuskrip peninggalan para Walisongo

Anasom, Anasom and Fanani, Ahwan and Anafah, Naili (2014) Inventarisasi dan digitalisasi manuskrip peninggalan para Walisongo. Research report (Laporan penelitian). LP2M, Semarang.

[img] Text
Inventarisasi dan Digitalisasi Manuskrip fixx.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya dari tim peneliti untuk menginventarisasi dan mendigitalisasi manuskrip peninggalan para Walisongo. Inventarisasi merupakan upaya mengumpulkan informasi tentang keberadaan naskah-naskah yang mengandung teks sejudul. Digitalisasi naskah merupakan upaya mendigitalkan suatu naskah dengan cara tertentu, dengan pemotretan naskah, pengolahan, dan penyajian hasilnya berupa file dalam CD/DVD, dan lain sebagainya. Kegiatan inventarisasi sudah banyak dilakukan oleh para peneliti maupun lembaga penelitian, beberapa katalog manuskrip yang merupakan hasil iventarisasi misalnya: a). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 1 inventarisasi T.E. Behrend untuk Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, b). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 2 susunan Jennifer Lindsay terhadap koleksi Keraton Yogyakarta, c). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 3A, susunan T.E. Behrend kodifikasi dari koleksi Fakultas Sastra UI, d). Katalog 4A Perpusatakaan Reksopustoko, e). Katalog 4B Perpustakaan Mangkunegaran, Solo, f). Katalog Javanese Literature in Surakarta Manuscripts Jilid 1 kodifikasi koleksi Istana Mangkunegaran, Surakarta, g). Katalog Javanese Literature in Surakarta Manuscripts Jilid 2 kodifikasi koleksi Keraton Surakarta, dan lain sebagainya. Katalog-katalog tersebut sebatas katalog koleksi Kerajaan dan museum. Sementara koleksi naskah pribadi yang tersimpan di masyarakat atau lembaga masih belum terinventarisasi. Pada penelitian ini Tim Peneliti membatasi upaya inventarisasi dan digitalisasi pada manuskrip peninggalan para Walisongo. Upaya ini penting karena selama ini belum ada penelitian yang meginventarisasi manuskrip peninggalan para Walisongo atau manuskrip tentang Walisongo, baik yang tersimpan di Museum, Kerajaan, perpustakaan, koleksi pribadi masyarakat atau lembaga. Apabila manuskrip peninggalan Walisongo dan manuskrip tentang Walisongo tidak terinventarisasi dan terdokumentasi dengan baik akan rusak karena usia, inventarisasi ini juga dapat membantu peneliti-peneliti menemukan dengan mudah keberadaan sumber informasi tentang Walisongo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode filologi. Penelitian ini juga menggunakan tehnik digitalisasi. Pengumpulan datanya dengan menggunakan studi pustaka dan studi lapangan. Buku ini berupaya memberikan informasi tentang: 1). data dan deskripsi identifikasi manuskrip-manuskrip peninggalan Walisongo dan manuskrip tentang Walisongo, baik yang masih tersebar di masyarakat maupun yang mungkin berada di perpustakaan dan museum di Indonesia; 2). Jumlah manuskrip tentang Walisongo; 3). Peta lokasi persebaran manuskrip tentang Walisongo; 4). Mendokumentasikan manuskrip karya Walisongo dalam bentuk digital, agar bisa di baca oleh banyak orang dan bermanfaat di masyarakat. Manuskrip karya Walisongo tidak banyak, ajaran-ajaran mereka memang sudah banyak yang sudah tertulis, namun naskah yang sekarang dapat ditemukan kebanyakan tidak langsung ditulis sendiri oleh Walisongo. Naskah yag menjelaskan sejarah, keteladanan maupun ajaran Walisongo banyak sekali variannya. Makam dan museum Walisongo tidak semuanya memiliki koleksi naskah terkait walisongo. Berdasarkan penelusuran Tim Peneliti naskah yang diduga karya Walisongo ada 25 naskah, sementara naskah yang terkait atau berisi tentang sejarah, ajaran dan keteladanan Walisongo ada 58 naskah, sehingga total naskah ada 83. Masing-masing naskah ada yang hanya satu versi saja, namun ada juga yang banyak versinya. Satu judul naskah persebarannya bisa di beberapa tempat. Naskah-naskah tersebut ada yang tersimpan di museum, perpustakaan Arsip Nasional RI, perpustakaan UI, koleksi perpustakaan kerajaan, pondok pesantren, koleksi pribadi, koleksi turun temurun dari keturunan Walisongo, dan ada pula yang tersimpan di luar negeri, seperti di museum/perputakaan Leiden Belanda dn Italia. Selain upaya inventarisasi, upaya digitalisasi naskah juga dilakukan oleh Tim peneliti, namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan biaya, upaya digitalisasi belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

[error in script]
Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Inventarisasi; Digitalisasi; Manuskrip; Walisongo
Subjects: 000 Computer science, information, general works > 090 Manuscripts and rare books
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 20 Sep 2018 04:47
Last Modified: 20 Sep 2018 04:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8354

Actions (login required)

View Item View Item