Pelaksanaan bimbingan konseling Islam bagi korban penyalahgunaan napza di panti rehabilitasi sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak

Rif’ah, Afidatul (2017) Pelaksanaan bimbingan konseling Islam bagi korban penyalahgunaan napza di panti rehabilitasi sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
FULL SKRIPSI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian pelaksanaan bimbingan konseling Islam bagi korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak difokuskan pada dua pokok permasalahan; 1) Bagaimana pelaksanaan bimbingan konseling Islam bagi korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak, 2) Apa peranan bimbingan konseling Islam terhadap korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data dan menguji keabsahan data yang diperoleh menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Pelaksanaan bimbingan konseling Islam di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak dilaksanakan dengan memperhatikan empat unsur utama yang merupakan kunci dari terlaksananya proses bimbingan yaitu a) konselor atau pembimbing dipilih karena telah memiliki aspek keilmuan dan skill yang memadai dan harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup luas dan mempunyai pribadi yang memiliki akhlak mulia. b) Klien merupakan sasaran atau obyek dari kegiatan bimbingan keagamaan dalam konteks korban penyalahgunaan NAPZA. c) Materi yang diajarkan adalah tentang aqidah yaitu tentang keimanan, kemudian materi syariat yaitu tentang tata cara beribadah, dan materi akhlak yaitu tentang cara bergaul dengan sesama manusia dengan baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam. 4) metode yang digunakan adalah metode bimbingan kelompok, metode bimbingan yang berpusat pada keadaan klien, dan metode pencerahan. Dalam proses bimbingan juga memperhatikan adanya asas bimbingan dan konseling Islam yang meliputi: asas kebahagiaan dunia dan akhirat, asas fitrah, asas lillahi ta’ala, asas keseimbangan rohani, asas sosialitas manusia, asas kekhalifahan manusia, asas pembinaan akhlakul karimah, asas kasih sayang, asas saling menghargai dan menghormati, asas musyawarah, dan asas keahlian. 2) Peranan bimbingan dan konseling Islam terhadap korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak terwujudkan dengan adanya tujuan bimbingan konseling Islam yang tertera dalam visi dan misi Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak. Ada tiga fungsi bimbingan dan konseling Islam terhadap korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Sayung Demak yang dapat terlaksana secara efektif yaitu; a) fungsi korektif, b) fungsi preservatif, c) fungsi remidial atau rehabilitasi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorNurkhasanah, YuliUNSPECIFIED
Thesis advisorUmriana, AnilaUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Bimbingan konseling Islam; Penyalahgunaan narkotika; Napza; Panti rehabilitasi sosial
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
300 Social sciences > 360 Social services; association > 363 Other social problems and services
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Depositing User: Fitria Nuraini
Date Deposited: 05 Nov 2018 01:00
Last Modified: 05 Nov 2018 01:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8504

Actions (login required)

View Item View Item