Studi problematika dan solusi dalam penyelenggaraan manasik haji di Kementerian Agama Kabupaten Kendal tahun 2016

Megawati, Reni (2017) Studi problematika dan solusi dalam penyelenggaraan manasik haji di Kementerian Agama Kabupaten Kendal tahun 2016. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
FULL SKRIPSI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitan yang berjudul “ Studi Problematika dan Solusi Dalam Penyelenggaraan Manasik Haji Di Kementerian Agama Kabupaten Kendal Tahun 2016”. Penelitian ini merupakan salah satu upaya penulis untuk mencoba mengetahui bagaimana penyelenggaraan dan problematika manasik haji di Kementerian Agama Kabupaten Kendal Tahun 2016. Penulis memfokuskan pada ilmu dakwah dalam memberikan solusi mengenai problematika manasik haji karena dengan ilmu dakwah semua hakehat manasik haji dapat tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan dakwah. Sebab manasik haji adalah ritual ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Untuk menjawab pertanyaan tersebut jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati, dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan sasaran penelitian menurut apa adanya. Sumber data penelitian yang digunakan adalah sumber data primer berupa informasi dari lapangan melalui wawancara secara langsung dirumah jamaah haji, seksi PHU, pembimbing manasik haji tingkat kelompok, dan KUA Kecamatan setempat tentang problematika dan solusi dalam penyelenggaraan manasik haji di Kementerian Agama Kabupaten Kendal. Sumber data sekunder yang berupa buku, data-data dokumentasi di Kementerian Agama Kabupaten Kendal. Untuk teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu : metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data digunakan menurut Creswell diantaranya dengan cara simultan, proses reduksi data, hasil reduksi data di ubah ke bentuk matriks, identifikasi prosedur coding selanjutnya penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, Pertama, Da’i atau pembimbing. Manasik haji yang memiliki sertifikasi pembimbing haji hanya ada 6 pembimbing. Pembimbing yang bergelar Kiai Haji berjumlah 8 orang, bergelar dokter 10 orang, s1 11 orang, dan s2 8 orang. Pada kenyataannya masih ada pembimbing yang pendidikan akhirnya adalah Madrasah Aliayah. Pembimbing harus memiliki penampilan fisik yang rapi, memiliki pengetahuan yang luas dan integritas moral yang baik. Dimana permasalahan yang muncul adalah pembimbing menyampaikan ceramah berjam-jam tanpa variasi model ceramaah. Membuat calon jamaah haji bosen dan jenuh. Kedua, Mad’u atau Calon jamaah haji. Bervariasinya calon jamaah haji mulai dari usia, pendidikan, pengetahuan manasik haji yang masih minim, serta masih banyaknya izin pada saat menghadiri manasik haji dengan alasan tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Ketiga, Metode bimbingan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab akan tetapi metode tersebut membuat jamaah haji bosan atau jenuh dalam mendengarkan ceramah pembimbing manasik haji. Ceramah yang disampaikan oleh pembimbing lebih kepada penyampaian materi manasik haji dan bercerita pengalaman pembimbing selama haji. Keempat, Materi bimbingan terlambat dibagikan dan pembagiannya 2 minggu sebelum keberangkatan baru di terima oleh jamaah haji. Minat mempelajari manasik haji secara mandiri masih sangat kurang. Sebab banyak faktor yang mempengaruhi seperti: usia, pendidikan dan kesibukan pekerjan. Kelima, Media yang digunakan untuk bimbingan manasik haji masih kurang karena masih ada yang tidak menggunakan LCD pada saat bimbingan manasik padahal LCD alat bantu yang sangat penting untuk menjelaskan materi. Praktek yang dilaksanakan pada saat manasik haji kecamatan hanya memakai pakaian ihram. Speaker yang digunakan untuk membimbing praktek manasik haji tidak terdengar keras. Kedua, solusi yang diberikan untuk mengatasi problem penyelenggaraan manasik haji yaitu proses manasik haji dilaksanakan lebih awal, penetapan biaya BPIH lebih awal, diadakannya pendidikan dan pelatihan untuk pembimbing manasik haji, penambahan waktu manasik haji baik ditingkat kabupaten dan kecamatan. maksimal manasik haji adalah 15 kali baik di tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan, ditingkatkan anggaraan dana manasik haji, meningkatkan tempat penyelenggaraan manasik haji yang memadai dan narasumber/pembimbing yang berkompetensi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorAffandi, YuyunUNSPECIFIED
Thesis advisorSuryorini, ArianaUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Manasik haji; Manajemen haji dan umrah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.35 Sacred places. Pilgrims
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 16 Nov 2018 07:00
Last Modified: 16 Nov 2018 07:00
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8585

Actions (login required)

View Item View Item