Implementasi Murabahah pada Bank (Konvensional) Syariah

Fakhrina, Agus (2009) Implementasi Murabahah pada Bank (Konvensional) Syariah. Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Fakhrina_Tesisi_Bab1.pdf - Submitted Version

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fakhrina_Tesisi_Bab2.pdf - Submitted Version

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fakhrina_Tesisi_Bab5.pdf - Submitted Version

Download (25kB) | Preview

Abstract

Penciptaan konsep pembiayaan murabahah merupakan akibat adanya pandangan bahwa pembungaan uang pada bank konvensional adalah sama dengan riba. Konsep ini pertama kali dibangun Sami Hamoud pada pertengahan 1970-an dengan istilah murabahah lil amir bis-syira’. Yaitu suatu transaksi jual beli dimana seorang nasabah datang kepada pihak bank untuk membelikan sebuah komoditas dengan kriteria tertentu, dan ia berjanji akan membeli komoditas tersebut secara murabahah, yakni sesuai dengan harga pokok pembelian ditambah dengan tingkat keuntungan yang disepakati kedua pihak, dan nasabah akan melakukan pembayaran secara cicilan berkala sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Adanya kebolehan bank mewakilkan kepada nasabah dalam hal pengadaan barang menimbulkan pemahaman lebih lanjut bahwa sebenarnya bank syariah sama dengan bank konvensional. Adanya pandangan ini dan fenomena bahwa bank syariah lebih banyak menerapkan pembiayaan murabahah menjadikan praktik pembiayaan murabahah menarik untuk diteliti. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian tentang praktik murabahah pada perbankan syariah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (i) bagaimana pola akad pembiayaan murabahah yang dijalankan oleh bank syariah; dan (ii) bagaimana pola penghitungan margin pembiayaan murabahah dalam praktiknya. Untuk menjawab itu, peneliti melakukan penelitian lapangan dengan mengambil lokasi di Kota Pekalongan dengan pertimbangan kemudahan pencarian data dan bahwa secara nasional bank syariah memiliki kecenderungan yang sama dalam menerapkan pola akad murabahah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran yang sesunguhnya tentang praktik murabahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah dalam menerapkan akad murabahah penuh dengan rekayasa baik dalam rangka mengambil langkah praktis ataupun untuk menghindari pajak. Tidak pernah terjadi jual beli antara bank dengan suplier ataupun antara bank dengan nasabah. Yang terjadi adalah bank meminjamkan uang kepada nasabah kemudian nasabah dengan uang pinjaman itu melakukan transaksi jual beli dengan suplier. Selain itu, bank syariah di dalam melakukan penghitungan margin dan pokok melakukannya secara sembunyi-sembunyi, baik menggunakan pola penghitungan margin flat ataupun anuitas dengan mengadopsi sistem penghitungan bunga pada bank konvensional. Dengan demikian yang terjadi sebenarnya pada akad murabahah adalah akad kredit bank konvensional yang dibungkus dengan label syariah yang menurut pendukung murabahah haram. Temuan ini akhirnya memunculkan pandangan bahwa bank syariah itu sebenarnya adalah bank konvensional yang menggunakan label syariah. Karena itu tesis ini mengunakan istilah bank (konvensional) syariah untuk menggambarkan hasil temuan itu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bank Syariah; Murabahah; Islamic Bank
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 26 Sep 2013 08:13
Last Modified: 26 Sep 2013 08:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/88

Actions (login required)

View Item View Item