Pendidikan agama dalam keluarga buruh petani melati : studi kasus buruh petani melati di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara

Fadliaturrohmah, Siti (2018) Pendidikan agama dalam keluarga buruh petani melati : studi kasus buruh petani melati di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pendidikan agama dalam keluarga buruh petani melati, dengan kondisi ekonomi dan pendidikan yang rendah memiliki keterbatasan dalam memberikan pendidikan agama kepada anak, adanya fenomena-fenomena anak-anak dari buruh petani melati yang kurang baik dalam berbicara maupun bersikap sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola pendidikan agama dalam keluarga buruh petani melati yang berada di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini memiliki tujuan untukmengetahui pola pendidikan agama yang diterapkan dalam keluarga buruh petani melati di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif, dimana penulis membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat dengan kata-kata mengenai fakta-fakta atau fenomena yang diselidiki. Yang didapatkan berdasarkan teknik pengumpulan data berupa hasil observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Kemudian dianalisis dalam bentuk uraian deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh sebuah kesimpulan bahwa pola pendidikan agama yang diterapkan dalam keluarga buruh petani melati dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu keluarga dengan perhatian pendidikan yang sudah baik (keluarga kelompok santri) dan keluarga dengan perhatian yang kurang baik (keluarga kelompok abangan). Materi yang diajarkan dalam kelompok santri meliputi rukun iman dan rukun Islam, shalat, do’a sehari-hari, pembelajaran Al Qur’an dan pendidikan akhlak, metode yang digunakan meliputi metode cerita, metode pembiasaan, metode keteladanan, metode ganjaran dan metode nasihat, sedangkan pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak-anak adalah pola asuh (gaya) demokratis. Materi tentang pendidikan agama dalam keluarga kelompok abangan dipasrahkan kepada pihak lain (ustadz, TPQ, sekolah formal). Metode-metode yang diterapkan dalam kelompok abangan meliputi metode pembiasaan dan metode mauidzah (memberi peringatan) dan nasihat. Sedangkan pola asuh yang diterapkan adalah gaya otoriter dan permisif. Masih terdapat kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak seperti bertingkah laku yang kurang baik, bercakap-cakap yang kurang baik, dan memarahi dengan kata-kata yang kasar serta memberikan hukuman fisik kepada anak.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorKholiq, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorMuslam, MuslamUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pendidikan agama; Keluarga buruh petani
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 17 Dec 2018 05:27
Last Modified: 17 Dec 2018 05:27
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8800

Actions (login required)

View Item View Item