Manajemen Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang

Hengnada, Hanafi (2018) Manajemen Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
skripsi lengkap.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Bagi umat Islam, masjid sebenarnya merupakan pusat segala kegiatan Ibadah. Kegiatan ibadah disini mempunyai arti luas, tidak semata-mata tempat shalat dan mengaji, tapi untuk segala kegiatan yang bisa membawa kemashalatan dunia dan akhirat, ceramah, diskusi, kajian, dan pelatihan keagamaan, sosial dan budaya serta dilakukan di masjid. Sedemikian pentingnya arti dan peranan masjid bagi umat Islam, maka sudah sewajarnya pengelolaan atau manajemen masjid harus diperhatikan dan ditingkatkan lagi. Manajemen masjid pada zaman sekarang ini membutuhkan ilmu dan keterampilan manajemen, Pengurus masjid harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Masjid yang dikelola secara baik akan membuahkan hasil yang baik, perlunya Manajemen program kegiatan agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan oleh takmir. Sehingga dalam memakmurkan masjid sangat diperlukan yakni suatu ilmu dan seni bagaimana mengelola suatu masjid dengan menerapkan Ilmu manajemen yang tepat guna untuk membantu pengurus dalam meningkatkan masjid menjadi lebih baik dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang. penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang hanya menggambarkan, melukiskan, memaparkan, dan melaporkan suatu keadaan objek penelitian, dengan menggunakan metode Observasi, Interview dan Dokumentasi yang merupakan pelengkap. Sedangkan penelitian ini menggunakan Populasi dan sampel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Manajemen Masjid Baitu Huda UIN Walisongo Semarang dapat dilihat dari Manajemennya sudah cukup efektif dan efesien. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya berbagai macam kegiatan yang berjalan sesuai dengan harapan, hal ini dikarenakan kematangan dalam mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana hasil dari pelaksanaan kegiatan dakwah yang dilaksanakan di Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang. Perencanaan yang diterapkan oleh Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang cukup efektif dan efesien karena dalam rangka melaksanakan program kerja sebelumnya para pengurus atau takmir telah menyusun dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan, hal ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dan juga usaha pemakmuran masjid. Setelah ada pengorganisasian maka perlu kiranya pengurus Badan Amalan Isam (BAI) UIN Walisongo Semarang Masjid Baitul Huda selalu mencoba menerapkan apa yang menjadi prinsip-prinsip organisasi yang di mana hal tersebut merupakan pedoman bagi pendelegasian otoritas (pengembang tugas) tanpa penguasaan yang cermat dalam praktek maka pendelegasian dapat menjadi tidak efektif organisasi bisa mengalami kegagalan atau proses manajemen dapat terganggu makalah prinsip ini tidak dilakukan dengan baik. Penggerakan yang dilakukan oleh Badan Amalan Islam (BAI) Masji Baitul Huda UIN Walisongo Semarang dalam melaksanakan program-programnya seperti penggerakan program bimbingan Solat dan ngajian. Dalam hal ini Masjid Baitu Huda memberikan bimbingan kepada jemaah di sekitar kampus . Selain itu juga sering diadakan pengajian pengajian dengan berbagi tema tentang pengetahuan bulan Ramadhan. Penerapan fungsi pengendalian atau pengawasan dilakukan oleh ketua Badan Amalan Islam (BAI) Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang dengan cara selalu melakukan pengawasan langsung biasanya hampir setiap hari menanyakan perkembangan apa yang terjadi di lingkungan masjid lalu nantinya akan dikoordinasikan kepada penasihat Terlaksananya pengawasan ini maka para pelaksana atau pengurus Badan Amalan Islam Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang mampu menjalankan tugasnya dan akan segera tahu ketika terjadi kesalahan yang nantinya menjadi bahan pada saat rapat evaluasi sebenarnya dalam pelaksanaannya, ketua Badan Amalan Islam (BAI) melakukan beberapa jenis pengawasan, yaitu pengawas langsung dan tidak langsung. Tanggapan masyarakat dan civitas akademik terhadap Masjid Baitul Huda Kampus (1) UIN Walisongo Semarang, memiliki nilai kesempurnaan sebuah masjid. Banyak kalangan mahasiswa yang kajian di kampus (1) ingin menambahkan kegiatan kajian yang sebelumnya dilakukan satu pekan (senin dan kamis) mahasiswa ingin menambahkan kajian satu pekan lebih dari dua kali. Dengan tema yang disampaikan pemateri. Dalam kegiatan salat jum’at banyak dosen yang menjadi penceramah, tetapi tidak bisa karena mengisi ceramah diluar, akhirnya pihak takmir mengambil kebijakan dengan menggantikan pencermah khutbah yang lain, karena yang lain tidak bisa akhirnya takmir sendiri yang mengisi khutbah salat jum’at. Ketika takmir melakukan khutbah banyak jamaah salat jum’at Masjid Baitul Huda yang merasa terganggu dengan suara azan yang terlambat dan kelatson mobil-mobil jalan pantura, yang menyembatkan pengisi khutbah terganggu dan kurang nyaman dalam menyampaian khutbah salat jum’at kepada jamaah Masjid Baitul Huda UIN Walisongo Semarang.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorCholiq, AbdulUNSPECIFIED
Thesis advisorSusanto, DedyUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Manajemen masjid; Masjid kampus
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.35 Sacred places. Pilgrims
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: Fitria Nuraini
Date Deposited: 17 Dec 2018 05:39
Last Modified: 17 Dec 2018 05:39
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8812

Actions (login required)

View Item View Item