Implementasi pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai narapidana terhadap keluarga ditinjau dari hukum Islam : studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang

Latif, Zulkifli (2018) Implementasi pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai narapidana terhadap keluarga ditinjau dari hukum Islam : studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Bahwa setiap suami yang melakukan kesalahan terhadap hukum yang berlaku di negara ini baik disengaja maupun tidak, apabila telah diadili dan diputuskan bersalah oleh pengadilan maka suami tersebut wajib untuk menjalani hukuman masa pidana sebanyak waktu yang ditentukan. Maka bagi seorang narapidana dalam menjalani masa pidananya segala gerak-geriknya dibatasi oleh hukuman yang sedang ia jalani, namun disatu sisi dalam kehidupan berkeluarga ia sebagai seorang suami masih mempunyai kewajiban dalam memberikan nafkah kepada istrinya selama istrinya tidak durhaka dan tetap setia kepada suaminya. Oleh karena itu dengan keadaan seorang narapidana yang demikian bagaimanakah kewajiban nafkah suami yang tepidana tersebut dalam tinjauan hukum Islam. Dengan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah pada skripsi ini adalah: Bagaimana implementasi pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai narapidana terhadap keluarga di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, dan bagaimana tinjauan menurut Hukum Islam tentang pemenuhan kewajiban nafkah suami sebagai narapidana terhadap keluarga. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh suami yang terpidana yang ada di Lapas kelas I Kedungpane yaitu sebanyak 531 orang, sedangkan yang menjadi sampel informan ialah sebanyak 35 orang.Upaya yang dilakukan oleh suami yang terpidana adalah bahwa seorang suami berstatus narapidana masih bisa memberikan nafkah sesuai dengan kemampuannya. Nafkah yang diperoleh dari pembinaan kemandirian yang mereka kerjakan di LAPAS yang bekerja sama dengan pihak ketiga mereka mendapatkan upah atas pekerjaan yang mereka lakukan, walau dengan jumlah tidak sebanyak yang sebelumnya. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa merujuk pada firman Allah swt dan Hadits Rasulullah, dan juga menurut Hukum Islam, maka upaya yang dilakukan oleh suami yang terpidana dalam memberi nafkah tidak bertentangan dengan hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorLathifah, AnthinUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pemenuhan kewajiban; Nafkah suami; Narapidana; Keluarga.
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 26 Dec 2018 08:27
Last Modified: 26 Dec 2018 08:27
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8867

Actions (login required)

View Item View Item