Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan secara pribadi benda wakaf berupa barang bekas masjid : studi kasus di Masjid Al Hidayah Desa Jurangagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal

Azis, Nasrul (2018) Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan secara pribadi benda wakaf berupa barang bekas masjid : studi kasus di Masjid Al Hidayah Desa Jurangagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
9. SKRIPSI KOMPLIT.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Wakaf merupakan suatu tindakan sukarela (tabarru’) untuk mendermakan sebagian kekayaan. Karena sifat harta benda yang diwakafkan tersebut bernilai kekal, maka derma waqaf ini bernilai jariyah (kontinu), artinya pahala akan senantiasa diterima secara terus menerus selama harta waqaf tersebut dimanfaatkan. Seiring berjalannya waktu pada sekarang ini banyak kasus pemanfaatan benda wakaf berupa barang bekas masjid secara pribadi, hal ini terjadi Karen lemahnya pengawasan nadzir terhadapa pengawasan pemanfaatan benda wakaf. Rumusan masalah pada skripsi ini bagaimana praktik dan tinjauan hukum islam terhadap pemanfaatan secara pribadi benda wakaf berupa barang bekas masjid di Masjid al Hidayah desa Jurangagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan dengan interaksi lingkungan disuatu unit sosial. Sedangkan teknik pengumpulan data nya adalah dengan wawancara, dokumentasi serta penelitan diskriptif (penggambaran) yang dilakukan di Desa Jurangagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Praktik pemanfaatan secara pribadi benda wakaf berupa barang bekas Masjid di Masjid al Hidayah Desa Jurangagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal oleh warga Dusun Branti. Praktik tersebut terjadi sekitar tahun 2010 saat Masjid al Hidayah dalam proses renovasi, melihat fenomena itu warga melihat benda yang berserakan dimana-mana di dalam masjid, kemudian membawa pulang barang tersebut. Hal ini tidak sesuai dengan Undang-undan no 41 tentang wakaf yang berlaku di Indonesia. Sedangkan tinjauan hukum Islam terhadap praktik tersebut tidak diperbolehkan hal ini didasarkan pada pendapat dalam i’anah at tholibin bahwa substansi pemanfaatan benda wakaf adalah untuk kepentingan umum. Bukan untuk kepentingan pribadi maupun satu golongan tertentu. Meskipun hal tersebut tidak merugikan masjid. Sedangkan yang membolehkan hal ini didasarkan menggunakan Mashlahah Mursalah yaitu mengambil manfaat dan menolak kemudharatan. Dan dijelaskan di dalam surat Al-Qur’an surat al Isro’ ayat 26-27 kemubadziran itu dilarang dan mensia-siakan barang dari pada tidak berguna sama sekali.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorRumaningsih, EndangUNSPECIFIED
Thesis advisorRustam, RustamUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Benda wakaf; Barang bekas masjid; Pemanfataan pribadi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 26 Dec 2018 08:31
Last Modified: 26 Dec 2018 08:31
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8870

Actions (login required)

View Item View Item