Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi larangan menikahi wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya sudah meninggal : studi kasus di Desa Demong Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak

Sodikin, Sodikin (2018) Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi larangan menikahi wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya sudah meninggal : studi kasus di Desa Demong Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
FULL SKRIPSI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Suatu perkawinan sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agama, kepercayaan dan memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan. Maka perkawinan menjadi tidak sah dan dilarang apabila tidak memenuhi syarat dan rukunnya. Rumusan masalah pada skripsi ini bagaimana tinjuan hukum Islam terhadap praktik dan akibat praktik larangan menikahi wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya sudah meninggal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan dengan interaksi lingkungan disuatu unit social. Sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara, dokumentasi serta penelitan diskriptif (penggambaran) yang dilakukan di Desa Demong Kerangkulon Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Praktik larangan menikahi wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya sudah meninggal sudah ada sejak dahulu di Desa Demong Kerangkulon Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak, fenomena ini terus berlanjut dan dirasakan penduduk Desa Demong sampai saat ini. Hal ini tidak sesuai dengan UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan dan KHI yang sudah berlaku di Indonesia. Jika dipandang dari segi hukum Islam, larangan ini juga sangat bertentangan dengan hukum Islam.Larangan menikahi wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya meninggal ini seperti menjadi sebuah penghalang dan mempersulit terjadinya perkawinan di Desa Demong. Maka dari itu larangan ini harus segera dihapuskan agar tidak membebani bagi wanita-wanita yang salah satu dari kedua orang tuanya sudah meninggal.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorRumaningsih, EndangUNSPECIFIED
Thesis advisorShoim, MuhammadUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Tradisi; Larangan menikah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam)
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 28 Dec 2018 07:05
Last Modified: 28 Dec 2018 07:05
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8904

Actions (login required)

View Item View Item