Uji akurasi Sextant dalam penentuan azimuth dan tinggi bulan

Akatina, Akatina (2018) Uji akurasi Sextant dalam penentuan azimuth dan tinggi bulan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
AKATINA___132611052.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Sextant merupakan alat yang digunakan untuk mengukur sudut dengan satuan derajat baik vertikal maupun horizontal. Sudut vertikal digunakan untuk mengukur tinggi benda langit dan sudut horizontal digunakan untuk menentukan azimuth benda langit. Data yang di hasilkan sextant akan langsung terbaca pada busur derajat sampai satuan menit. Kebutuhan tentang data azimuth dan tinggi bulan menjadi hal yang penting. Selama ini, pelayaran menggunakan data tersebut yang diperoleh melalui instrument bernama sextant, maka penulis akan menggunakan sextant untuk observasi bulan atau hilal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana metode pernentuan azimuth dan tinggi bulan menggunakan sextant dan 2) Bagaimana keakuratan sextant dalam penentuan azimuth dan tinggi bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research) yaitu melalui observasi untuk melakukan pengumpulan data dari sumber di lapangan secara langsung. Sumber data primer merupakan hasil observasi selama penelitian yang dilakukan secara triangulasi antara sextant dan theodolite. Serta data sekunder berupa dokumentasi, wawancara, buku, dan tulisan yang berkaitan dengan sextant. Setelah data terkumpul, penulis menganalisis menggunakan metode analisis deskriptif yaitu menggambarkan hasil yang terdapat dalam sextant dengan theodolite dan untuk mengetahui tinggi sejati bulan hasil ukur tinggi maya dengan sextant akan dikoreksi menggunakan Almanak Nautika yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan perhitungan Ephemeris. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan bahwa sextant adalah salah satu alat alternatif untuk menentukan azimuth dan tinggi bulan. Hasil observasi serta perhitungan koreksi hasil ukur yang diolah menggunakan data Almanak Nautika termasuk akurat karena selisih hasil ukur nilai untuk tinggi bulan adalah 000 1’ sampai 00 3’ 40” sedangkan untuk azimuth selisih azimuth berada pada rentang nilai 000 00’ 30” sampai 000 2’ 10”. Kemelencengan tinggi sejati antara sextant yang dikoreksi menggunakan data Almanak Nautika dibandingkan dengan perhitungan Ephemeris terdapat selisih dalam rentang nilai 0˚ 0' 17,8" sampai 0˚ 9' 41,84". Hal ini disebabkan karena penentuan tinggi sejati menggunakan sextant berdasar pada hasil observasi yang kemudian diolah menggunakan data Almanak Nautika. Data yang tersaji dalam Almanak Nautika terdapat perbedaan dengan Ephemeris sehingga memungkinkan untuk terjadinya kemelencengan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorIzzuddin, AhmadUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDMashudi, MashudiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Sextant; Azimuth; Tinggi bulan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 522 Techniques, equipment, materials
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 28 Dec 2018 07:09
Last Modified: 28 Dec 2018 07:09
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8908

Actions (login required)

View Item View Item