Analisis terhadap syahadah rukyatul hilal tanpa alat optik : studi di Pondok Pesantren At-Tibyaan Majalengka

Muniroh, Lela Laelatul (2018) Analisis terhadap syahadah rukyatul hilal tanpa alat optik : studi di Pondok Pesantren At-Tibyaan Majalengka. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Syahadah rukyatul hilal adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam keabsahan sebuah ketetapan awal bulan-bulan penting Islam. Secara hukum Islam, syahadah menjadi legitimasi kesaksian seseorang tentang penglihatannya terhadap hilal. Pada zaman Nabi Muhamad SAW, penglihatan hilal dilakukan dengan tanpa alat optik. Hal ini dikarenakan keterbatasan teknologi pada waktu itu dan kondisi langit yang cerah tanpa polusi langit dan cahaya. Menilik pada realita hari ini, teknologi IPTEK semakin berkembang dan kondisi langit semakin tercemar. Teleskop menjadi salah satu alat optik yang sangat dibutuhkan dalam rukyatul hilal. Akan tetapi, tidak semua pakar falak mengganggap rukyat menggunakan teleskop sesuai dengan tuntunan Agama. Salah satunya adalah Pondok Pesantren At-Tibyaan yang berpendapat bahwa kesaksian yang didasarkan pada teleskop tidak dapat diakui sah secara hukum. Hal ini menjadi masalah, melihat kondisi awan dan polusi yang menyulitkan perukyat untuk melihat hilal apabila tidak menggunakan teleskop. Berdasarkan permasalah demikian, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Pertama, apa latar belakang ketetapan syahadah rukyatul hilal tanpa alat optik di pondok pesantren At-Tibyaan Majalengka?. Kedua, bagaimana ketetapan syahadah rukyatul hilal dalam perspektif Islam?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (filed reaserch). Secara hukum, penelitian ini juga sering disebut normatife empiris. Hasilnya, penelitian ini lebih fokus pada penentuan hukum normtif pada peristiwa tertentu dan sesuai dengan hasil dicapai. Sedangkan terkait metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah penelitian kualitatif. Metode ini juga menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Yang kemudian diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, menyatakan bahwa: Pertama, dasar hukum yang digunakan pon-pes at-tibyaan terkait rukyatul hilal tanpa alat optik yaitu mengikuti praktek guru pengasuh yang terdahulu. Syahadah yang sah adalah syahadah dengan cara rukyatul hilal tanpa menggunakan alat optik. Diperbolehkan alat bantu non optik berupa gawang lokasi untuk membantu rukyat. Kedua, teknologi yang semakin berkembang menmbantu manusia untuk mengamalkan syariat baik dan kaffah. Tanpa teleskop akan sangat sulit untuk melihat hilal dan membedakan hilal dengan polusi udara di langit. Sebagain besar ulama madzhab pun sepakat syahadah yang dibantu dengan teleskop adalah sah secara hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorIzzuddin, AhmadUNSPECIFIED
Thesis advisorSeptiana, Yunita DewiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Syahadah; Rukyat hilal; Kesaksian; Alat optik
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Fuad Hasyim
Date Deposited: 28 Dec 2018 07:13
Last Modified: 28 Dec 2018 07:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8915

Actions (login required)

View Item View Item